• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sugeng Siswoyudhono.

Difabel asal Mojokerto bernama Sugeng Siswoyudhono saat memegang kaki palsu buatannya. (Foto: dok pribadi)

Difabel Mojokerto Sugeng Siswoyudhono: Disabilitas Tidak Perlu Dihargai, tapi Diasah Mental Kuat

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Persepsi orang terhadap penyandang difabel tidak selalu sama. Bagi sebagian orang, mereka memiliki kekurangan sehingga perlu dihargai. Namun, difabel Mojokerto bernama Sugeng Siswoyudhono tidak memikirkan begitu. Menurut dia, difabel juga perlu mendapat hak yang sama seperti warga sipil lainnya.

“Belajar dari salah satu saudara kami yang dulu mau menikah di KUA. Ternyata tidak ada akses bagi penyandang difabel. Ya, saya marahi petugas KUA kenapa nggak tersedia aksesnya,” kata Sugeng Siswoyudhono saat ditemui Tugu Jatim, Rabu (02/08/2023).

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

Tidak hanya itu, pandangan Sugeng berangkat dari undang-undang yang mengatur hak penyandang disabilitas yang sama dengan warga sipil pada umumnya. Hak tersebut dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Selama ini kehidupan penyandang difabel rentang sekali dengan diskriminasi. Seakan mereka berbeda dengan manusia pada umumnya. Padahal, mereka sudah dijamin oleh UU kalau hak penyandang disabilitas sama dengan warga lainnya,” terang Sugeng Siswoyudhono.

Akibat perlakuan terhadap penyandang difabel yang belum berjalan semestinya, membuat Sugeng tergerak memberikan sumbangsih berupa kaki palsu. Bagi dia, alat tersebut tidak hanya membantu penyandang difabel secara fisik saja, tapi juga memperbaiki kondisi batin mereka.

“Alat bantu ini setidaknya memberikan harapan kepada saudara-saudara kami bahwa mereka bisa melanjutkan hidup. Kalau hanya bikin kaki palsu sih bisa dipelajari. Tapi, terpenting itu bagaimana membangkitkan semangat penyandang difabel,” ujar Sugeng.

Maka, bagi Sugeng, beragam penghargaan yang telah dia raih tidak memiliki makna sama sekali. Menurut dia, penyandang difabel sama sekali tidak perlu dihargai.

“Kenapa kok dihargai? Kalau cuma dihargai, apalagi dikasih bantuan, itu cuma bikin manja saja. Tidak berkembang nantinya,” tegas warga Kauman, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, ini.

Sugeng meminjam analogi alat pancing. Bagi Sugeng, penyandang difabel perlu mendapat alat pancing, bukan diberikan ikan segar, apalagi ikan yang sudah diolah.

“Kalau dikasih alat pancing, mereka sendiri yang akan berjuang. Dengan berjuang, bisa meningkatkan rasa percaya diri penyandang difabel. Mental mereka juga terasah dengan bagus. Terpenting itu mentalnya,” ujar Sugeng.

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Mojokerto hari iniBerita Sugeng SiswoyudhonoDifabel Mojokerto Sugeng SiswoyudhonoKabupaten Mojokerto hari ini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
Lomba kreasi masakan.

Lomba Kreasi Masakan, Wali Kota Sutiaji Ajak Warga Olah Bahan Pangan Non Beras

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID