• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
universitas negeri malang tugu jatim

Proses pengambilan sampel air Teluk Bima. Foto: dok tim penelitian dosen UM

Tim Dosen Universitas Negeri Malang Bantu Atasi Pencemaran Limbah di Teluk Bima NTB

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

BIMA, Tugujatim.id – Tim penenelitian dosen Universitas Negeri Malang (UM) berkontribusi dalam mengatasi permasalahan laut di Teluk Bima, Nusa Tenggara Barat.

Penelitian ini diketuai oleh Muhammad Al-Irsyad SKM MPH dan beranggotakan Prof Dr Ir Djoko Kustono MPd, Mika Vernicia Humairo SKM MPH, Anita Sulistyorini SKep MKes, Laura Fadillah Afni, Lanang Laksita Adji, dan Puspasari Meisya Dini.

You might also like

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

13/06/2026 12:15 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Kegiatan ini melibatkan secara langsung tim dari BRIDA Kota Bima yaitu Asryadin SST MSi, tim dari Dinas Kesehatan Kota Bima yaitu Nahrio AMdKes SSos dan Muhammad Sidik SST MSi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima.

WhatsApp Image 2023 08 11 at 10.26.20
Tim penelitian Teluk Bima terdiri dari dosen bersama warga dan perwakilan pemerintah daerah. Foto: dok tim penelitian UM

Sementara rangkaian aktivitas penelitian dikemas dengan judul “Model Reduksi Kadar COD, PO4, NO2-, NO3-, NH3 Pada Cemaran Limbah Teluk Bima Menggunakan Inovasi Ipomoea Aquatica, Pistia Stratiotes, Eichhornia Crassipes dengan EM4 Sebagai Bioremediator”.

Penelitian ini berangkat dari fenomena pencemaran laut di Teluk Bima yang terletak di Kota Bima dan Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, yang terjadi di 2022.

Akibat dari pencemaran laut ini, sebagian area dari Teluk Bima terlihat seperti gurun pasir jika dilihat dari kejauhan. Peristiwa ini cukup menggegerkan warga Bima dan sekitarnya.

Berdasarkan hasil beberapa studi dari uji laboratorium dan pemeriksaan lokal, diketahui pencemaran di Teluk Bima ini disebabkan oleh sea snots, ledakan jumlah metabolisme alga dan tumpahan minyak.

“Tentunya pencemaran ini sangat berdampak buruk bagi manusia dan organisme laut, menghambat transmisi cahaya matahari ke dalam laut, serta mempengaruhi peningkatan Chemical Oxygen Demand (COD) dan kadar fosfat,” kata Muhammad Al-Irsyad.

Berangkat dari permasalahan tersebut, tim penelitian Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan (IKM FIK) UM bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Bima, Dinas Kesehatan Kota Bima, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bima untuk menyelesaikan masalah itu.

“Penelitian ini kami dilakukan pada rentang waktu bulan Juli – Agustus 2023 dan bertempat di perairan Teluk Bima. Tujuannya, untuk mengembangkan produk alternatif yang dapat digunakan sebagai media penjernih air,” jelasnya.

Penelitian dimulai dengan pengambilan sampel air sungai yang bermuara menuju Teluk Bima. Pengambilan sampel air ini dilakukan dengan menggunakan metode sesuai dengan SNI dan dilakukan oleh tenaga kesehatan lingkungan yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima sekaligus Ketua HAKLI Kabupaten Bima.

Kemudian, tim ini menumbuhkan tanaman-tanaman hiperakumulator, yaitu tanaman yang memiliki kemampuan untuk menyerap logam berat dalam biomassanya dalam kadar yang cukup tinggi, mulai dari ipamoea aquatica (kangkung), pistia stratiotes (apu-apu), dan eichhornia crassipes (enceng gondok). Beberapa jenis tanaman ini juga dapat menetralisir, mengurangi, dan mengembalikan keadaan air seperti semula.

Sampel air dari perairan Teluk Bima yang diperkirakan tercemar digunakan sebagai media penumbuhan tanaman-tanaman tersebut dibantu dengan EM4, sehingga nantinya dapat diketahui apakah tanaman-tanaman tersebut dapat menetralisir kadar COD dan fosfat pada sampel air tersebut, yang nantinya juga dilakukan pengukuran kadar COD dan fosfat pada sampel air Teluk Bima.

Monitoring pengukuran kadar COD dan fosfat juga dilakukan setiap satu minggu sekali selama satu bulan terhadap sampel tanaman.

Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa terjadi beberapa penurunan parameter kimia yaitu COD serta kenaikan DO pada sampel air Teluk Bima dengan komposisi air limbah : EM4 = 1:40.

Pada intervensi ini penggabungan antara ketiga jenis tanaman yaitu kayu apu, kangkung, dan enceng gondok cukup memberikan dampak pada penurunan COD dan peningkatan DO.

Dengan adanya rangkaian penelitian yang dilaksanakan oleh tim penelitian IKM FIK UM ini, diharapkan dapat memberikan hasil terbaik model pengendalian limbah cair yang nantinya akan diterapkan di muara Teluk Bima.

“Khususnya di Kota dan Kabupaten Bima, serta diharapkan dapat bermanfaat sebagai fasilitas, baik bagi masyarakat maupun pemegang kebijakan setempat dalam rangka mengurangi kadar cemaran yang ada di perairan Teluk Bima,” tutupnya.(ads)

Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita bimaberita bima hari initeluk bimaUMUniversitas Negeri Malang
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Gus Fawait.

Sandang Gelar Doktor, Disertasi Gus Fawait Soroti Peran Belanja Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi

by Dwi Linda
13/06/2026 12:15 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

Jember

Oplah Jangkau 12 Ribu Hektare, Jember Genjot Produksi Pangan Lewat Modernisasi Pertanian

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat sektor pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah), Irigasi Perpompaan (Irpom), serta modernisasi...

ASN

Pemkab Jember Libatkan 22 Ribu ASN untuk Perkuat Branding Daerah di Ruang Digital

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 5:00 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai mengoptimalkan kekuatan komunikasi digital untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih...

Next Post
Kehabisan Bensin, Remaja di Pasuruan Babak Belur Dihajar Massa

Kehabisan Bensin, Remaja di Pasuruan Babak Belur Dihajar Massa

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID