SURABAYA, Tugujatim.id – Menduduki kursi takhta sebagai Uskup Surabaya selama kurang lebih 16 tahun, Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono dikenal sebagai sosok yang mengutamakan pendidikan.
Di usianya yang ke-70 tahun, Romo Keuskupan Surabaya Romo Dwi Joko mengenal Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono sebagai sosok yang memiliki prinsip untuk perencanaan masa depan.
“Pribadinya itu riang gembira dan punya visi ke depan. Artinya, Bapa Uskup itu memikirkan perkembangan iman umat ke depannya, termasuk soal pendidikan calon imam,” katanya.
Sejak menjadi imam dalam umat maupun struktural Katolik, Romo Keuskupan Surabaya Dwi Joko mengatakan, dia memberikan banyak gebrakan baru dan bisa dikatakan cukup realistis.
Salah satu contohnya yang cukup realitis adalah misi mendirikan seminari tinggi untuk sebagai sarana pelatihan dan pembelajaran bagi para calon pastor. Dibangun dengan Seminari Tinggi Provintea Dei (SRPD) yang lokasinya berada di Jalan Kalisari Selatan 9 Pakuwon City, Laguna Surabaya.
Uskup Sutikno mendirikan seminari tinggi karena menilai bahwa para calon pastor di Surabaya dan sekitarnya cukup sulit mendapatkan akses untuk belajar karena jaraknya cukup jauh. Selama ini banyak dari romo di Surabaya kebanyakan lulusan dari Seminari Malang maupun Yogyakarta.
“Dulu kan calon imam (belajar) di Malang. Kemudian ditarik membuat seminari sendiri. Di seminari itu tempat mendidik, para frater dididik sesuai dengan konsep keuskupan,” jelasnya.
Menurut dia, dengan adanya seminari di Surabaya juga menciptakan tenaga-tenaga pendidik baru yang kompeten sehingga dinilai mampu membimbing para calon romo.
“Ketika ada seminari nanti ada banyak tenaga pendidik disekolahkan romo. Semakin banyak tenaga berkualitas mendidik para umat. Kalau banyak dosen nanti akan berdampak pada pembinaan umat,” imbuhnya.
Sudah lebih dari 1 dekade, kini seminari menjadi pusat studi pagi calon romo dengan fasilitas dan program yang cukup memadai.
“Sekarang mulai banyak kursus teologi untuk umat, program pemimpinan umat itu karena ada seminari. Sehingga jadi sesuatu yang amat membantu kemajuan umat beriman,” ujarnya.
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








