MALANG, Tugujatim.id – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang akan naik menjadi Rp1,3 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan PAD di 2022, yaitu sekitar Rp980 miliar.
Hal itu terungkap dalam rapat paripurna terkait Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kabupaten Malang Tahun Anggaran 2024, beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menghasilkan PAD optimistis bisa mencapai target yang ditetapkan karena mereka memiliki beberapa program unggulan yang akan digencarkan untuk menarik pajak secara maksimal.
Salah satu program yang saat ini dilakukan adalah Bapenda Menyapa Warga (BMW) yang dilakukan di desa-desa di Kabupaten Malang. Melalui BMW, Bapenda melakukan verifikasi dan pembaruan data masyarakat sehingga pajak bumi dan bangunan (PBB) yang mereka bayarkan sesuai dengan tanah dan bangunan yang mereka miliki.
“Kami melakukan verifikasi, kami harus melakukan pembenaran terhadap data. Dengan BMW, ketahuan semua kenapa wajib pajak tidak bayar pajak. Ternyata ada yang salah luas, sudah pecah, sudah gabung, dan sebagainya,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, pada Jumat (18/8/2023).
Untuk sektor pajak selain PBB, Bapenda akan mengingatkan wajib pajak untuk melakukan kewajiban mereka. Ia juga berharap para wajib pajak sadar untuk membayar pajak tanpa perlu diingatkan.
“Kami selalu berupaya dengan cara mengingatkan wajib pajak. Harapannya ada kesadaran masyarakat tanpa ada tekanan, tanpa disuruh. Jika hotel atau resto ya bayar pajak 10 persen. Punya tempat hiburan ya 20 persen,” papar Made.
Selain itu, untuk bisa mencapai target PAD, Made juga menekankan perlunya inovasi dan terobosan yang dilakukan OPD lain. Ini karena PAD tak hanya bersumber dari pajak daerah, tetapi juga retribusi dan sumber penghasilan lainnya.
“Diharapkan teman-teman OPD yang berkaitan dengan PAD bisa melakukan terobosan dan inovasi. Ini kan harus kerja bersama, sehingga harus saling sinergi, saling kolaborasi, bersama-sama kita menuju target Rp1 triliun itu,” pungkasnya.(ads)

Reporter: Aisyah Nawangsari
Editor: Lizya Kristanti








