JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam dua tahun terakhir.
Menurut Gus Fawait, berbagai kebijakan yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto dinilai memberikan dampak positif bagi petani, mulai dari penetapan harga gabah, pupuk bersubsidi, hingga dukungan anggaran untuk pengembangan pertanian.
“Presiden yang konkret membantu petani adalah Prabowo Subianto,” kata Gus Fawait saat mengunjungi petani jagung di Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember Selasa (21/07/2026).
Gus Fawait menjelaskan, salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap petani adalah adanya kebijakan harga pembelian gabah minimum. Menurut dia, kebijakan tersebut memberikan kepastian harga bagi petani saat masa panen.
“Harga gabah saja, yang ada harga minimal hanya di era Presiden Prabowo,” ujarnya.
Selain itu, dia juga menyinggung kebijakan pupuk bersubsidi yang dinilai semakin berpihak kepada petani.
“Yang kedua pupuk subsidi, dan harganya subsidi turun hanya di era Presiden Prabowo,” katanya.
Meski demikian, dia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi di sektor pertanian. Namun, dia menilai kondisi tersebut merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses pembangunan.
Anggaran Pertanian Jember Capai Rp312 Miliar
Dia mengatakan, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan pemerintah pusat telah menghasilkan dukungan anggaran yang cukup besar untuk sektor pertanian.
“Jember saja, dua tahun ini kami bersinergi dengan pemerintah pusat, anggaran sektor pertanian kami (mencapai) Rp312 miliar untuk Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Selain dukungan anggaran, Pemkab Jember juga menjalankan program optimalisasi lahan pertanian yang mencakup area hampir 12 ribu hektare selama periode 2025 hingga 2026.
“Optimalisasi lahan tahun 2025 sampai tahun 2026 ini hampir 12 ribu hektare,” kata Fawait.
Dia menilai perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian saat ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember.
“Dalam sejarah Jember, dari Indonesia merdeka hingga tahun 2024 belum ada perhatian sebesar itu, sinergi antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Buruh Tani Diharapkan Ikut Sejahtera
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga menyinggung kesejahteraan buruh tani. Menurut dia, peningkatan pendapatan petani akan berdampak langsung terhadap meningkatnya kesempatan kerja bagi para buruh tani.
“Kalau petaninya sejahtera, insyaa Allah buruh taninya juga ikut sejahtera. Yang biasanya hanya mempekerjakan sehari, mungkin bisa jadi seminggu, kalau pendapatan petaninya juga banyak,” katanya.
Dia menegaskan Pemkab Jember siap membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, untuk memperkuat program ketahanan pangan.
“Saya bersama Pak Deputi dan semuanya jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, kami akan sangat welcome apa pun kalau untuk para petani, khususnya para buruh tani,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Jember Segera Launching Program Homecare, Permudah Akses Layanan Kesehatan
Menurut Fawait, kondisi global yang masih bergejolak menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat sektor pangan nasional.
“Hari ini situasi dunia sedang tidak menentu, harga BBM naik turun, tapi Indonesia selamat urusan pangan,” katanya.
Selain program pertanian, Pemkab Jember juga mendorong kemudahan akses pembiayaan bagi petani melalui kerja sama dengan sektor perbankan.
Gus Fawait mengatakan, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Jatim akan menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembiayaan usaha pertanian.
Dia juga menjelaskan bahwa masyarakat yang mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan plafon di bawah Rp100 juta tidak diwajibkan memberikan agunan, sehingga diharapkan semakin mempermudah petani memperoleh tambahan modal usaha. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Imron Fauzi
Editor: Dwi Lindawati








