LUMAJANG, Tugujatim.id – Kebakaran yang terjadi di kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih terus dilakukan upaya pengendalian. Kebakaran area hutan dan lahan di jalur pendakian Gunung Semeru ini diduga terjadi sejak Kamis (17/8/2023).
Api membakar sejumlah titik area hutan di atas Danau Ranu Kumbolo. Di antaranya di wilayah padang rumput di Oro-oro Ombo, hingga pepohonan di Cemoro Kandang dan Jambangan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS, Septi Eka Wardhani mengatakan bahwa kebakaran itu sudah bisa diatasi. “Sudah kami atasi dan sudah bisa kami isolir agar tidak meluas,” ujar Septi, pada Sabtu (19/8/2023).
Adapun jalur pendakian Gunung Semeru memang masih ditutup oleh TNBTS hingga saat ini. Gunung Semeru ditutup untuk para pendaki karena aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang masih cukup tinggi. Septi menyebut bahwa status Gunung Semeru saat ini masih dalam level III atau siaga. “Pendakian Semeru sementara masih ditutup karena status gunung masih level 3,” jelasnya.
Pihak TNBTS bersama relawan dan mitra Polisi Hutan (Polhut) Ranupane masih terus melakukan upaya pengendalian kebakaran.
Berdasarkan informasi dari relawan, pemadaman api dilakukan dengan cara manual yakni memukul-mukul titik kobaran api dan membuat sekat. Pasalnya, para relawan cukup kesulitan untuk mendapat sumber air yang terdekat.
“Sekarang masih proses pengendalian di wilayah Oro-oro Ombo dan di atas Ranu Kumbolo,” ujar warga setempat, Huda.
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti








