MALANG, Tugujatim.id – Program Kampus Merdeka membuka peluang mahasiswa kuliah di kampus lain. Karena itu, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) membuat program pertukaran mahasiswa MBKM secara mandiri.
Tujuan program ini untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, integritas, solidaritas, dan wadah perekat kebangsaan antar mahasiswa se-Indonesia. Tentu saja, program ini melalui pembelajaran antar budaya.
Tim Pertukaran Mahasiswa MBKM Psikologi UM Ulfa Masfufah mengatakan, secara umum program dari Kemendikbud ini memiliki 9 program.
“Secara umum ada 9 program MBKM. Salah satunya adalah pertukaran mahasiswa MBKM. Untuk program lainnya, ada wirausaha merdeka hingga IISMA, itu juga mirip dengan pertukaran mahasiswa. Selain itu, juga ada MSIB (magang studi independen bersertifikat, red) dan lain-lainnya,” ungkap Ulfa pada tugujatim.id, Rabu (23/08/2023).
Ulfa melanjutkan, program pertukaran mahasiswa MBKM yang dipilih Psikologi UM adalah program pertukaran mandiri. Jadi, pihak UM bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Brawijaya Malang.
“Nah, yang di flyer itu yang dilaksanakan antara Fakultas Psikologi UM dan program studi Psikologi UB, kami lakukan secara mandiri. Jadi, MoU-nya terpisah dengan Kemendikbud,” beber Ulfa.
Program ini mulai berjalan sejak 2020 atau tiga tahun berjalan sejak adanya program belajar kampus merdeka yang digelorakan Kemendikbud.
“UM mengeluarkan buku panduan merdeka belajar kampus merdeka sejak 2020, begitu juga berjalannya beberapa program MBKM yang lain, tapi khusus untuk pertukaran mahasiswa mandiri yang kami lakukan dengan beberapa kampus lokal di Malang itu sudah berjalan tahun ke-3,” ungkap Ulfa.
Adapun syarat-syarat yang perlu disertakan untuk bisa mengikuti program pertukaran mahasiswa ini di antaranya masih mahasiswa aktif, baik program diploma maupun sarjana; dan tidak pernah mendapatkan sanksi akademik dari kampus.
“Syarat-syarat mengikuti program ini adalah mahasiswa aktif, khusus untuk mahasiswa diploma dan sarjana, memiliki IPK minim 3,00, tidak pernah mendapatkan sanksi akademik, ada surat izin tertulis dari orang tua, surat sehat, dan beberapa dokumen yang lain,” tutur Ulfa.
Pihak Fakultas Psikologi UM sendiri telah membuka pendaftaran program pertukaran mahasiswa mulai 7-20 Agustus 2023. Mahasiswa yang sudah mengikuti program ini setiap tahun antara semester ganjil dan genap, rata-rata mencapai 50-60 mahasiswa, baik inbound (mahasiswa Psikologi UM) dan outbound (luar fakultas).
“Tapi untuk yang ikut program MBKM secara umum di psikologi. Artinya, semua mahasiswa yang mengikuti program MBKM dari program apa pun biasanya mencapai angka 200 mahasiswa,” ungkap Ulfa.
Ulfa juga menjelaskan, program pertukaran mahasiswa sejatinya ada beberapa macam. Tapi, untuk program pertukaran mahasiswa mandiri yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi UM masih dikerjasamakan dengan kampus-kampus yang ada di Kota Malang.
“Pertukaran mahasiswa sendiri ada beberapa macam, kalau untuk pertukaran mahasiswa mandiri itu masih kami laksanakan dengan kampus-kampus di Kota Malang seperti Universitas Brawijaya,” ungkap Ulfa.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama China Terbaru Rating Tertinggi 2023, Hidden Love Bikin Gamon Penonton
Dia juga menjelaskan, pihak Fakultas Psikologi UM telah mencoba melebarkan sayapnya untuk berkolaborasi dengan kampus lain di luar Malang, tapi hingga kini pihaknya masih terkendala jadwal akademik.
“Untuk pertukaran mahasiswa merdeka yang artinya harus lintas pulau, kami belum punya data konkret. Sebenarnya kami sudah mencoba untuk melebarkan, kemungkinan bekerja sama, kami masih ada kendala dengan jadwal kalender akademik yang terlalu jauh,” katanya.
Namun demikian, pihaknya menyatakan untuk program pertukaran mahasiswa internasional yang sudah tergabung dalam program IISMA (Indonesian International Student Mobility, red), sudah ada 3 mahasiswa.
“Tapi kalau untuk pertukaran mahasiswa internasional yang tergabung dalam program IISMA sejauh ini sudah ada 3 mahasiswa. Mereka ke National Taiwan University of Science and Technology, Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Leicester University Inggris,” ujar Ulfa. (adv)
Writer: Yona Arianto
Editor: Dwi Lindawati








