MALANG, Tugujatim.id – Kualitas udara di Indonesia akhir-akhir ini menjadi sorotan publik. Pekatnya kondisi udara di Ibukota Indonesia itu memberi efek yang cukup negatif kepada masyarakat, bahkan anak-anak banyak dikabarkan terkena penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Mengutip dari laman IQAir (US air quality index) pada Rabu (23/08/2023), kualitas udara di Jakarta tercatat di angka 157. Angka ini menunjukan bahwa kualitas udara di Jakarta sudah tidak baik.
Bahkan, kini Pemerintah DKI Jakarta telah memberlakukan para pekerja di lingkungan pemerintah untuk bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH). Hal itu gunanya untuk menekan angka polusi yang terjadi di Jakarta.
Kota Malang yang dijuluki Kota Pendidikan tampaknya juga berpotensi bisa menghasilkan kualitas udara yang seperti di Jakarta. Setiap tahun puluhan ribu mahasiswa baru (maba) menjejakkan kakinya di bumi Arema ini.
Datangnya maba ini linier dengan hadirnya kendaraan dari wilayah mereka masing-masing untuk dipergunakan beraktifitas di Malang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman mengatakan, banyaknya jumlah kendaraan bermotor yang digunakan oleh setiap kaum urban di Kota Malang, khususnya seperti Maba, bisa mempengaruhi parameter kualitas udara di Kota Malang.
“Ya bisa saja, kondisi itu mempengaruhi parameter kualitas udara di sini. Namun, dengan catatan emisi gas buangnya buruk,” ucapnya, pada Kamis (24/08/2023).
Untuk mengatasi kualitas udara yang kurang baik, pihak DLH intensif melakukan pengecekan emisi gas buang pada ratusan kendaraan yang melintas di Kota Malang. “Kita terus melaksanakan pengecekan gas buang kendaraan. Banyak kita cek kendaraan yang menggunakan minyak pertalite atau minyak solar. Kita juga menguji,” ujarnya.
Meski demikian, menurut Rahman, sapaan akrabnya, indeks kualitas udara di Kota Malang masih dalam kategori hijau atau masih dalam kondisi baik. Data saat ini menunjukan, indeks kualitas udara di Kota Malang masih berwarna hijau dengan prosentase indeks 2,5.
“Kita cek terakhir itu pada Senin (21/08/2023) kualitas udara di Kota Malang masih tergolong baik. Parameter indeks lingkungan kita masih di angka 2,5. Ini masih dikatakan baik,” ucapnya.
Di sisi lain, Tugu Jatim sempat memotret pemandangan sudut kota Malang dari Gedung Malang Creative Center (MCC), pada Senin (21/8/2023). Terlihat langit Kota Malang saat pagi hari itu mendung layaknya Jakarta.
Terkait hal itu, Rahman mengatakan bahwa kondisi langit itu hanya berawan saja dan jauh berbeda dengan apa yang terlihat di Jakarta. “Ya cuacanya saja yang berawan. Ya gak bisa disamakan, cuaca dengan kualitas udaranya,” jelasnya.
Reporter: Yona Arianto
Editor: Lizya Kristanti








