PASURUAN, Tugujatim.id – Upaya pemadaman kebakaran Gunung Arjuno kini dipercepat dengan bantuan dua unit helikopter waterbombing. Meski dinilai efektif untuk memadamkan kasus karhutla, pengoperasian helikopter bantuan dari BNPB ini ternyata cukup “berat” di ongkos.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, biaya operasional satu unit helikopter waterbombing memang mahal. Per satu jamnya, biaya operasional helikopter bisa mencapai USD 11.500 Dolar atau setara sekitar Rp176 juta.
“Ini tadi datanya helikopternya sudah 100 kali lebih selama seminggu, katakan 100 jamnya sudah sekitar Rp15 miliar lebih,” ujar Suharyanto di posko utama penanganan karhutla Arjuno, di Kaliandra, Kecamatan Prigen, Jumat (08/09/2023).
Baca Juga: Ledakan Tangki Pendam SPBU di Grati Pasuruan, 2 Karyawan Pertamina Luka Bakar Parah
Dikarenakan mahalnya biaya operasional ini, Suharyanto menyebut bahwa pemadaman dari udara dengan teknik helikopter waterbombing ini seharusnya jadi pilihan terakhir. Pemadaman karhutla Gunung Arjuno maupun di berbagai daerah lain harus lebih diprioritaskan melalui jalur darat. Tentunya dengan melakukan pemadaman manual oleh petugas gabungan dan relawan.
“Masing-masing daerah harus dibentuk satgas-satgas darat. Tanpa satgas darat, bohong itu karhutla bisa padam. Kalau dengan helikopter di samping ngambil airnya sulit, juga tidak efisien,” ungkapnya.
Suharyanto mengatakan, di Indonesia sendiri tidak mempunyai helikopter khusus untuk waterbombing. Helikopter waterbombing ini disewa dari luar negeri.
BNPB sendiri mencatat saat ini sudah menyewa sebanyak 31 helikopter waterbombing. Mayoritas helikopter tersebut difokuskan untuk memadamkan karhutla di 6 provinsi yang jadi prioritas penanganan di wilayah Sumatera hingga Kalimantan.
“Heli khusus (untuk waterbombing) itu dari luar negeri, Indonesia tidak punya, dan tidak bisa digeser-geser seenaknya karena harus punya izin khusus,” jelasnya.
Baca Juga: UMKM Merdeka Vol 2, Pelaku Bisnis Diedukasi Strategi Marketing hingga Bikin Video Promosi Low Budget
Dia mencontohkan, bantuan helikopter Super Puma yang didatangkan untuk penanganan karhutla Arjuno sejak Jumat (08/09/2023) itu sebenarnya masih belum tuntas melakukan pemadaman di TPA Sarimukti, Bandung, Jawa Barat.
Namun, heli tersebut digeser sementara dikarenakan pemintaaan mendesak dari Pemprov Jatim untuk percepatan pemadaman karhutla Gunung Arjuno.
“Ya nanti di Arjuno sini mungkin sekitar satu atau dua hari. Setelah padam, geser lagi ke TPA Sarimukti Bandung karena di sana belum tuntas,” ujarnya.
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








