TUBAN, Tugujatim.id – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, DPW PAN Jatim mendatangi kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Tuban, Jumat sore (22/09/2023).
Kedatangan Ketua DPW PAN Jatim bersama rombongan ingin bersilaturahmi dan meminta restu agar impian dan target PAN bisa tercapai.
Ketua DPW PAN Jatim Ahmad Rizki Sadig mengatakan, ini road show ke-31 kabupaten/kota di Jawa Timur ke kantor PD Muhammadiyah. Tidak hanya itu, di sejumlah daerah lainnya, partai berlogo matahari yang bersinar terang ini juga bersilaturahmi ke PCNU.
“Alhamdulillah, kami diterima dan disambut dengan baik oleh PD Muhammadiyah Tuban. Kami ucapkan terima kasih,” ucap dia yang juga saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Dapil 6 Jatim ini.
Rizki, sapaan akrabnya, menjelaskan, misi doa bersilaturahmi ke daerah ingin menyatukan persepsi dan mengajak berjuang bersama untuk Indonesia Maju. Dia menerangkan bahwa basis parpol Islam di Indonesia tidak lebih dari 40 persen di Senayan.
Sedangkan kebanyakan dari mereka berasal dari dua organisasi kemasyarakatan yang memiliki peran luar biasa dan mendirikan Bangsa Indonesia yakni Muhammadiyah dan NU.
“Sebagian besar, anggota legislatif yang jadi dari mereka, pasti kembali kalau tidak ke NU ya Muhammadiyah sebagai ladang amal usaha dalam berkhidmat,” ucapnya.
Pihaknya sepakat apa yang disampaikan PD Muhammadiyah. Jika memang ada dari kadernya yang maju di pileg maupun pemilihan kepala daerah harus didukung.
“Namun, saat ini kesempatan itu harus dipertahankan. Sebab, jika semakin banyak kader PAN dan kebetulan warga Muhammadiyah. Maka asas kemanfaatannya, pasti juga akan kembali ke sana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tuban Masyrukin mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik, kedatangan PAN untuk bersilaturahmi. Sebab, Muhammadiyah tanpa membedakan partai apa pun juga.
“Bangga mempunyai keluarga banyak. Namun, yang paling sering adalah PAN. Kami terbuka untuk yang lain. Siapa pun juga. Monggo bisa ke kantor kami,” ucapnya.
Masyukin juga menyampaikan Muhammadiyah bukan partai politik. Dan tidak berafiliasi dengan partai politik. Namun, pengurus mulai pusat hingga daerah ada kesepakatan, jika ada kader Muhammadiyah yang bertarung di calon legislatif maupun kepala daerah, maka harus didukung.
“Jadi kalau saya memang harus netral. Tapi, pengurus bisa mendukung. Siapa pun yang memang ada kader kami harus dukung. Tapi nanti jangan lupa, dengan Muhammadiyah karena ini organisasi kemasyarakatan untuk beramal,” terangnya.
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








