MOJOKERTO, Tugujatim.id – Lisensi pelatih sepak bola ibarat ijazah dalam dunia akademik. Lisensi ini juga bisa dibilang salah satu tanda bahwa pelatih pemilik lisensi dianggap kapabel dan berkualitas untuk menjadi juru taktik di lapangan hijau, baik kompetisi amatir maupun profesional.
Walau demikian, ternyata masih banyak pelatih, khususnya di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, belum mengantongi lisensi pelatih. Biaya yang cukup mahal disinyalir menjadi salah satu faktor utamanya.
Seperti seseorang yang ingin mendapat lisensi D Nasional. Kursus ini biasanya difasilitasi oleh Asprov-asprov PSSI. Setelah mendapat rekomendasi dari Sekolah Sepak Bola (SSB) anggota Asprov, seseorang yang mengikuti kursus hingga lulus dapat mengantongi lisensi D Nasional untuk melatih sebuah SSB. Sementara bila ingin mendapat lisensi D ini, seseorang perlu menyiapkan biaya sekitar Rp3-5 juta.
Lalu bila ingin naik level, seseorang perlu merogoh kocek lebih dalam untuk mengantongi lisensi C AFC. Untuk dapat meraih lisensi ini butuh biaya sekitar Rp10 juta. Lisensi ini dapat digunakan untuk melatih tim dengan materi pemain berusia belasan tahun.
Jenjang selanjutnya untuk lisensi pelatih adalah lisensi B AFC. Untuk lisensi ini, biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti kursus berkisar antara Rp30-35 juta.
Sebelum aturan baru muncul, pemegang lisensi B AFC menjadi syarat minimal pelatih kepala dalam gelaran Liga 2 dan asisten pelatih Liga 1. Kini, pemegang lisensi B tersebut termasuk syarat untuk menjadi pelatih kepala tim yang berlaga pada Liga 3.
Lalu untuk bisa meraih lisensi A AFC, seseorang perlu melatih klub profesional selama kurun waktu dua hingga tahun serta sudah mengantongi lisensi B AFC. Sementara biaya yang perlu disiapkan untuk mendapat lisensi A AFC berkisar antara Rp45-50 juta.
Biaya cukup fantastis perlu disiapkan seseorang untuk mengikuti kursus pelatih lisensi A Pro. Untuk mendapat lisensi A Pro, seseorang harus memiliki lisensi A AFC dan telah melatih klub profesional selama kurun waktu lima tahun. Selain itu, peserta perlu mendapat rekomendasi dari AFC. Tak main-main, peserta perlu menyiapkan biaya antara Rp250-300 juta untuk mengantongi lisensi A Pro.
“Kayaknya biaya sekarang uda beda gak kayak dulu. Lisensi D antara Rp3-5 juta, kalau C AFC sekitar Rp10 juta, lalu B AFC antara Rp30-35 juta, A AFC antara Rp45-50 juta, kalau A PRO antara Rp280-300 juta,” jelas salah satu pemegang lisensi B AFC asal Kabupaten Mojokerto, Nono Srihartowo kepada Tugu Jatim, pada Minggu (8/10/2023).
Reporter: Hanif Nanda
Editor: Lizya Kristanti








