Tugujatim.id – Pernah mendengar nama daun pecah beling? Bukan daun yang terbuat dari kaca ya. Tapi, daun ini terbukti memiliki banyak manfaat yang mengandung antibakteri. Bahkan, daun ini dipercaya mampu menjadi bahan obat herbal dalam memberantas penyakit lho.
Beberapa penyakit dapat teratasi dengan daun pecah beling, yaitu ringankan infeksi kulit, atasi diare, turunkan kadar gula darah, tangani batu ginjal, serta mampu mencegah beberapa jenis kanker. Yuk, simak penjelasannya!
1. Ringankan Infeksi Kulit
Daun pecah beling diketahui memiliki sifat antibakteri. Ekstrak tanaman ini dapat membantu mengatasi infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus seperti bisul, selulitis, dan impetigo. Selain infeksi kulit, bakteri tersebut juga bisa mengakibatkan bakteremia untuk meringankan infeksi kulit.
2. Atasi Diare
Kamu bisa lho mengonsumsi daun pecah beling ini untuk mengatasi diare. Hal ini karena sifat antibakteri yang diketahui dapat membantu mengatasi diare akibat infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli).
3. Turunkan Kadar Gula Darah
Daun pecah beling dipercaya akan khasiatnya sebagai alternatif pengobatan herbal untuk penderita diabetes tipe 1 dan 2. Senyawa tanaman ini mampu menghambat kerja enzim alfa-glukosidase yang berperan dalam penyerapan gula darah. Sensitivitas insulin pun bisa meningkat dengan mengonsumsi daun ini.
4. Tangani Batu Ginjal
Obat herbal dari daun ini sering dimanfaatkan untuk mengatasi batu ginjal. Senyawa di dalamnya dipercaya mampu memecah batu ginjal menjadi lebih kecil sehingga tidak menyumbat saluran kemih dan bisa mengalir keluar melalui urine dengan mudah dan lancar.
5. Cegah Kanker
Daun pecah beling diketahui mempunyai sifat antikanker yang dapat mencegah beberapa jenis kanker. Mulai kanker payudara, kanker hati, atau kanker usus besar. Meski bermanfaat ini, upaya juga harus didukung dengan pola hidup yang sehat.
Itulah 5 manfaat daun pecah beling yang bisa kamu dapatkan dengan rutin mengonsumsinya. Meski manfaatnya banyak, kamu juga perlu menjaga pola hidup sehat ya!
Writer: Sinta Amanda (Magang)
Editor: Dwi Lindawati








