Tugujatim.id – Kamu anak kos yang lagi menjaga asupan makanan tinggi protein? Tapi kamu harus menyesuaikan dengan anggaran bulanan dan memiliki peralatan masak yang terbatas sehingga membutuhkan bahan makanan yang praktis dan tidak mudah basi.
Padahal, makanan tinggi protein berperan penting untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, menjaga massa otot, serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Karena itu, memilih bahan makanan yang mudah disimpan sekaligus mudah diolah dapat menjadi solusi agar kebutuhan protein tetap terpenuhi tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Meal Prep Tinggi Protein, Cocok untuk Anak Gym dan Diet Sehat
Daftar Makanan Protein Tinggi Wajib Distok
Berikut delapan makanan tinggi protein yang cocok dijadikan stok di kos. Apa saja yang awet dan murah?
1. Telur
Telur menjadi pilihan utama bagi banyak anak kos karena harganya relatif terjangkau, mudah ditemukan, dan bisa diolah dengan berbagai cara.
Satu butir telur ayam berukuran sedang mengandung sekitar 6 gram protein. Anda cukup merebusnya menggunakan rice cooker atau memasaknya menjadi telur dadar maupun telur ceplok. Jika disimpan di dalam kulkas, telur umumnya dapat bertahan sekitar 3–5 minggu sehingga praktis dijadikan stok.
2. Tempe
Tempe menjadi salah satu sumber protein nabati yang mudah diperoleh, mengenyangkan, dan ramah di kantong. Dalam setiap 100 gram tempe terdapat sekitar 20 gram protein.
Selain mudah diperoleh di pasar maupun warung sekitar kos, tempe juga cepat dimasak. Anda bisa menggoreng, menumis, mengukus, atau memanggangnya sesuai selera. Jika membeli dalam jumlah lebih banyak, tempe juga dapat disimpan di freezer agar lebih awet.
3. Tahu
Tahu juga menjadi pilihan favorit anak kos karena harganya ekonomis dan mudah diolah. Dalam setiap 100 gram tahu terkandung sekitar 8 gram protein.
Tahu cocok dijadikan lauk sederhana, seperti tahu goreng, tumis tahu, atau campuran sup. Rasanya yang netral membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai jenis bumbu yang tersedia di dapur kos.
4. Tuna Kaleng
Jika tidak sempat memasak, tuna kaleng bisa menjadi penyelamat. Dalam 100 gram tuna terkandung sekitar 25–29 gram protein, tergantung jenis dan cara pengolahannya.
Produk ini umumnya sudah siap dikonsumsi atau hanya perlu dipanaskan sebentar. Sebelum dibuka, tuna kaleng dapat disimpan cukup lama sesuai tanggal kedaluwarsa pada kemasan sehingga praktis dijadikan stok makanan.
5. Dada Ayam
Dada ayam tanpa kulit merupakan salah satu sumber protein hewani yang tinggi. Setiap 100 gram dada ayam matang mengandung sekitar 31 gram protein.
Agar lebih hemat waktu, Anda bisa memasak beberapa potong sekaligus (meal prep), lalu menyimpannya dalam wadah tertutup. Dada ayam matang umumnya dapat bertahan sekitar 3–4 hari di kulkas atau hingga 4 bulan di freezer sehingga tinggal dipanaskan saat akan dimakan.
6. Edamame
Edamame menjadi pilihan praktis bagi anak kos yang ingin camilan tinggi protein. Dalam setiap 100 gram edamame terdapat sekitar 11–12 gram protein.
Sebagian besar edamame dijual dalam kondisi beku sehingga cukup direbus beberapa menit sebelum disantap. Rasanya juga cukup enak tanpa perlu banyak bumbu.
Baca Juga: Bukan Sekadar Kenyang: Ini Alasan Protein Wajib Ada di Setiap Piring!
7. Greek Yogurt
Greek yogurt mengandung protein yang umumnya lebih tinggi dibanding yogurt biasa, yaitu sekitar 10 gram protein per 100 gram, tergantung mereknya.
Karena tidak perlu dimasak, makanan ini cocok dijadikan menu sarapan atau camilan ketika sedang sibuk. Setelah dibuka, simpan di dalam kulkas dan konsumsi sesuai petunjuk penyimpanan pada kemasan.
8. Kacang Kedelai Rebus
Dalam setiap 100 gram kacang kedelai rebus terdapat sekitar 18 gram protein. Selain tinggi protein, kacang kedelai juga mengandung serat yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Jika memiliki waktu luang, Anda bisa merebus kedelai dalam jumlah lebih banyak sekaligus, kemudian menyimpannya di kulkas sebagai stok camilan atau pelengkap lauk.
Memenuhi kebutuhan protein tidak selalu membutuhkan bahan makanan yang mahal. Dengan memilih bahan yang praktis, mudah disimpan, dan mudah diolah, anak kos tetap bisa menjaga pola makan bergizi meski memiliki waktu dan anggaran yang terbatas. Agar kebutuhan nutrisi harian lebih seimbang, lengkapi menu tersebut dengan sumber karbohidrat, sayuran, dan buah sesuai kebutuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Dewi Bulan/Magang
Editor: Dwi Lindawati








