Tugujatim.id – Ciri-ciri kanker payudara mungkin tak banyak diketahui orang. Namun, jenis kanker satu ini menjadi salah satu jenis kanker yang paling umum di dunia, terutama pada wanita. Kanker payudara terjadi ketika sel-sel dalam jaringan payudara mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali.
Meskipun penyakit ini dapat memengaruhi siapa saja, baik pria maupun wanita, namun wanita pada usia berapapun memiliki risiko yang lebih tinggi, apalagi usai melewati masa pubertas.
Dalam artikel ini, kami akan membahas secara detail bagaimana tren jumlah penderita kanker payudara, gejala dan penyebabnya.
Tren Jumlah Penderita Kanker Payudara di Dunia
Jumlah penderita kanker payudara jauh dari kata sedikit. Apalagi, dalam catatan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun di seluruh dunia. Secara global, pada 2020 diperkirakan ada 2,3 juta kasus baru dengan jumlah kematian mencapai 685.000 jiwa.
Bila menilik data lima tahun terakhir hingga akhir 2020, WHO mencatat setidaknya 7,8 juta wanita hidup dengan diagnosis mengidap kanker payudara. Lebih jauh ke belakang, sejak 1930 hingga 1970-an kala teknik bedah telah dipelajari, angka kematian akibat kanker payudara tak banyak berubah.
Berkembangnya teknologi dan kesadaran masyarakat membuat angka kelangsungan hidup pengidap kanker payudara mulai meningkat sejak 1900-an. Negara-negara terus menerapkan program deteksi dini dan pengobatan terapi medis yang dinilai efektif.
Kasus Kanker Payudara di Indonesia dan Jawa Timur
Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia juga tak sedikit. Data dari Global Burden of Cancer yang dirilis oleh WHO pada 2020 menyebutkan bahwa kasus baru kanker payudara di Indonesia mencapai 65.858 kasus, dengan angka kematian hingga 22.430 kasus.
Hal ini membuktikan bahwa penyakit kanker payudara tidak hanya terjadi di negara maju namun di negara berkembang seperti Indonesia. Kanker payudara menempati urutan kedelapan sebagai penyakit yang banyak diderita oleh perempuan di Indonesia dibanding jenis kanker lainnya.
Jawa Timur pun menjadi salah satu provinsi yang memiliki jumlah tertinggi penyakit kanker payudara. Dari catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, pada 2022, jumlah perempuan yang dideteksi dini kanker payudara ada sebanyak 956.293 orang dari data wanita usia subur 30–50 tahun di Jawa Timur (15,2 persen) dan ditemukan benjolan sebanyak 2.477 orang (0,3 persen).
Kota Probolinggo merupakan kota tertinggi dengan presentase 5,2 persen, disusul dengan Kabupaten Bondowoso dengan presentase 2,6 persen, Kabupaten Bangkalan 1,7 persen, dan Kabupaten Pasuruan sebesar 1,2 persen.

Ciri-ciri Kanker Payudara
Dengan tingginya angka penderita, penting untuk mengetahui apa saja ciri-ciri kanker payudara yang bisa saja nampak. Di mana setiap individu bisa menunjukkan gejala yang berbeda dan bahkan tanpa gejala sedikitpun.
Merujuk laman Centers for Disease Control (CDC), berikut ini beberapa gejala kanker payudara.
1. Munculnya benjolan baru di payudara atau daerah ketiak.
2. Terjadinya penebalan atau pembengkakan di sebagian area payudara.
3. Adanya iritasi atau perubahan kulit seperti lesung pipit pada kulit payudara.
4. Kulit di sekitar puting atau payudara menjadi kemerahan atau mengelupas.
5. Puting yang tertarik ke dalam atau mengalami nyeri.
6. Keluarnya cairan dari puting, bukan ASI, termasuk di dalamnya darah.
7. Perubahan ukuran atau bentuk payudara secara umum.
8. Nyeri yang muncul di berbagai bagian payudara.
Faktor Penyebab Kanker Payudara
Untuk melindungi diri dari penyakit mematikan ini, penting bagi kita untuk memahami faktor-faktor penyebab kanker payudara dan bagaimana kita dapat mengurangi risikonya.
Pertama-tama, obesitas dapat menjadi salah satu penyebab utama kanker payudara. Obesitas yang didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan, telah terbukti meningkatkan risiko kanker payudara, terutama pada wanita usia 20 hingga 60 tahun.
Menurut studi yang dilakukan dalam UK Collaborative Trial of Ovarian Cancer Screening (UKCTOCS), risiko kanker payudara meningkat sebesar 33 persen pada wanita obesitas.
Selain obesitas, terdapat faktor-faktor risiko lain yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Riwayat Keluarga
Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat serupa. Faktor genetik dapat memainkan peran penting dalam peningkatan risiko ini.
2. Faktor Hormonal dan Reproduksi
Wanita yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 30 tahun, mengalami menarche (menstruasi pertama) pada usia yang sangat muda, atau menggunakan terapi hormon memiliki risiko lebih tinggi daripada yang lain.
3. Usia
Semakin tua seseorang, semakin tinggi risikonya terkena kanker payudara. Ini disebabkan oleh kerusakan genetik yang terakumulasi seiring bertambahnya usia, yang sering terjadi pada wanita di atas 50 tahun.
4. Konsumsi Pil KB
Pil kontrasepsi dapat meningkatkan risiko kanker payudara, terutama pada wanita yang menggunakannya dalam jangka waktu yang lama.
5. Faktor Gaya Hidup (Obesitas, Alkohol, dan Radiasi)
• Obesitas meningkatkan produksi estrogen dalam tubuh, yang berkontribusi pada risiko kanker payudara.
• Konsumsi alkohol, terutama dalam jumlah berlebihan, dapat merusak DNA sel dan menyebabkan stres oksidatif, meningkatkan risiko kanker.
• Paparan radiasi melalui prosedur medis seperti sinar-X dan CT scan juga dapat sedikit meningkatkan risiko kanker payudara.
Untuk mengurangi risiko kanker payudara, penting untuk menjaga berat badan yang sehat, memahami riwayat keluarga, dan mempertimbangkan faktor-faktor hormonal, mengurangi konsumsi alkohol dan membatasi paparan radiasi. Selain penyebabnya, pahami pula ciri-ciri kanker payudara yang mungkin Anda alami.
Penulis: Imam A Hanifah, Ludea Cindy, Annisa Listya, & Rizal Kautsar
Editor: Lizya Kristanti








