SURABAYA, Tugujatim.id – Piala Dunia U-17 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya mulai 10 November 2023, membawa pundi-pundi rezeki bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) Surabaya.
Pasalnya, UMKM yang digandeng Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memproduksi merchandise pernak-pernik Piala Dunia U-17 terus dibanjiri pesanan.
Salah satunya yang diproduksi oleh Mustika Wulandari lewat Beestyle Sablon Bordir. Dia merupakan satu dari 10 UMKM terpilih yang dipercaya memproduksi merchandise Piala Dunia U-17.

“Kita berdiri pertama kali tahun 2020 langsung mendaftar sebagai UMKM dan kami di Piala Dunia U-17 dipercaya oleh pemkot untuk ikut produksi,” katanya, di rumah produksinya, di Kendangsari, Surabaya, pada Kamis (9/11/2023).
Sejak awal Oktober 2023, Beestyle telah memproduksi ribuan merchandise dengan berbagai jenis produk. Mulai dari kaos, topi, bunny hat, mug, tote bag, hoodie, shipper, payung, dan jersey.
“Logo dan maskot dari pemkot, kita tinggal berkreasi di desain saja. Ada 10 desain yang kami gunakan di produk dengan berbagai warna. Dan, di kita boleh custom misal ada yang pengin nambah nama komunitasnya atau seperti apa,” ucapnya.

Perempuan yang akrab disapa Tika tersebut mengaku, dengan dibantu oleh 15 karyawannya, kaos dan mug menjadi produk yang paling banyak diproduksi dari segi jumlah. Masing-masing 200 pcs. “Paling banyak produksi itu kaos ada 200 dan mug juga 200. Pemesanan hoodie ga begitu banyak,” terangnya.
Sementara itu, harga yang dipatok masing-masing produk yakni mug Rp25rb, topi Rp35 ribu, kaos Rp70-80 ribu, hoodie Rp120 rb, jersey Rp150-160rb, dan tote Rp65 ribu. Dari mulai produksi sejak awal Oktober, Tika mendapat omzet sekitar Rp10 juta.
“Produksi dua minggu awal itu kita langsung launching dan mungkin kalau omzet kurang lebih (segitu), tapi berharap setelah opening ada penambahan omzet,” ucapnya.

Sayangnya, sesuai dengan ketentuan FIFA, pelaku UMKM lokal tidak dapat menjual merchandise secara langsung di area venua GBT. Untuk itu, pihak pemkot memasarkan produk UMKM melalui gallery dan sejumlah event. Selain itu, sejumlah pusat perbelanjaan seperti Royal Mall, Tunjungan Plaza, GWalk, Galaxy Mall, dan Pakuwon juga menjadi sasaran promosi produk UMKM.
“Nggak boleh di GBT, kalau seumpama kita boleh, kita pasti senang karena bisa memperkenalkan produk kita. Kita denger terakhir hanya untuk produk FIFA aja yang boleh di sana (buka stand di GBT),” ucapnya.
Namun, dengan berlatar dirinya sebagai marketing, perempuan berusia 47 tahun tersebut juga menjual produk merchandise di sejumlah e-commerce. Sehingga, pesanan luar kota banyak yang berdatangan. “Jual di e-commerce, Shoppe, Lazada, ada permintaan di luar kota, e-peken juga. Penjualan di e-commerce mulai banyak kaos yang Surabaya. Harganya sama, yang beda mungkin diongkir,” tandasnya.
Dia berharap, tidak hanya event Piala Dunia U-17 saja yang menjadi kesempatannya dalam memperkenalkan produk. Sebab, baik event lokal maupun nasional akan berdampak besar bagi peningkatan ekonomi daerah melalui UMKM.
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti








