SURABAYA, Tugujatim.id – Jauh-jauh dari Jember, Jawa Timur, suporter disabilitas bernama Wiviano Riski ikut meramaikan pembukaan Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (10/11/2023).
“Saya berangkat dari Jember tadi jam setengah sembilan pagi. Terus sampai Surabaya jam dua siang, lalu ke sini naik shuttle bus Trans Jatim dari balai kota,” katanya, pada Jumat (10/11/2023).
Bersama kakaknya, Vian, sapaan akrabnya, mengaku senang sebab sebagai disabilitas ia mendapat pelayanan yang semestinya. Baik dari shuttle bus hingga sampai ke GBT. “Shuttle dari balai kota. Naik shuttle didampingi dishub sama satpol pp dan supir Trans Jatim. Tidak ada tempat khusus, tapi saya diprioritaskan,” ucapnya.
“Alhamdulilah saya tadi dikasih kemudahan, setelah didampingi. Walaupun tadi sempat diputar-putar antara steward satu sama yang lain, ada mis-komunikasi tapi overall bagus,” imbuhnya.
Terpilihnya GBT sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17 bukan tanpa alasan. FIFA juga melihat segala fasilitas yang harus memenuhi standar, termasuk akses untuk disabilitas.
Sebagai bentuk kenyamanan dan keamanan, penonton disabilitas sendiri mendapat prioritas berupa tribun khusus di gate A 20.
“Saya baru pesen (tiket) hari Senin, rencana sudah lama. Karena kalau aksesibilitas khusus, nggak lewat online seperti biasa. Harus kirim email dan harus nunggu konfirmasi, baru dapat virtual account untuk pembayaran,” jelasnya.
Hadir untuk mendukung Indonesia, Vian merasa jika event internasional Piala Dunia U-17 menjadi kesempatan Indonesia tampil apik dalam menunjukkan skill-nya di mata sepak bola dunia.
“Ini sebenarnya bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berkancah di dunia internasional secara event penyelenggaraan. Kemudian Timnas Indonesia menunjukkan kemampuannya, ini menjadi sinyal momentum untuk Indonesia ke depan,” bebernya.
Pria yang berusia 25 tahun ini berharap, kehadiran FIFA Piala Dunia U-17 di Indonesia menjadi momen liga berbenah dalam menampilkan hiburan sepak bola yang berkualitas. “Harapannya setelah ada piala dunia ini liga semakin berbenah ke depan. Ya masa kita udah kedatangan EO internasional liganya masih seperti itu,” pungkasnya.
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti








