PASURUAN, Tugujatim.id – Setelah cukup lama menunggu, hasil uji lab air Sungai Welang yang keluar dari pipa pembuangan limbah pabrik Satoria Group di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, akhirnya keluar. Meski begitu, dari tiga kali pengambilan sampel, sementara ini baru satu hasil uji laboratorium yang keluar.
Satu hasil uji lab yang telah keluar adalah sampel air Sungai Welang yang diambil kali pertama oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan.
Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Heru Fariyanto mengatakan, hingga saat ini memang baru satu hasil uji lab yang sudah keluar.
“Yang keluar hasilnya baru uji lab yang dari DLH Kabupaten Pasuruan,” ujar Heru.
DLH Kabupaten Pasuruan sendiri menjadi pihak pertama yang mengambil sampel air Sungai Welang dan air yang keluar dari pipa pembuangan limbah Satoria Group. Sampel ini diambil pada Senin (09/10/2023), tepatnya berselang beberapa hari usai warga mengeluhkan adanya dugaan pencemaran limbah pabrik di Aungai Welang.
Ditanya terkait kapan hasil uji lab dari DLH Kabupaten Pasuruan keluar, Heru tidak menjelaskan secara detail.
“Sebentar saya sibuk ini, Mas. Nanti ya,” ucapnya singkat sebelum menutup telepon.

Heru juga masih belum menjelaskan lebih jelas terkait apakah hasil uji lab tersebut. Apakah menunjukkan adanya bukti kuat pencemaran limbah sungai yang dicurigai warga diduga dari pabrik Satoria Group, atau justru sebaliknya.
Dia menyebut, hasil akan disampaikan ketika hasil uji lab dari dua kali pengambilan sampel oleh pihak-pihak lain sudah keluar. Yakni pengambilan sampel kedua yang dilakukan dari DLH Jawa Timur yang dilakukan pada Jumat (20/10/2023).
Kemudian pengambilan sampel ketiga yang dilakukan oleh Pj Bupati Pasuruan Andriyanto saat melakukan sidak pada Sabtu (28/10/2023).
“Hasilnya (uji lab) seperti apa, sekalian nanti nunggu dari DLH Jatim sama yang terakhir kan belum,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, aliran Sungai Welang dicurigai warga tercemar limbah pabrik. Warga mengeluhkan air sungai yang berubah warna dan berbau tidak sedap menyengat selama sekitar empat bulan terakhir.
Tidak hanya itu, menurut penuturan masyarakat, sejumlah warga dan anak-anak desa setempat mengalami gatal-gatal diduga usai mandi dan bermain di sungai. Sejumlah warga juga mengaku sempat menemukan sejumlah bangkai ikan yang mengambang di aliran sungai.
Sementara berdasarkan pantauan wartawan Tugujatim.id, masih ditemukan banyak busa di aliran Sungai Welang terutama yang berada di bawah saluran pembuangan air limbah dari pabrik Satoria Group, ketika DLH Jatim turun mengambil sampel pada Jumat (20/10/2023).
Pj Bupati Pasuruan Andriyanto juga sempat mengakui mencium bau busuk menyengat di Sungai Welang saat sidak pada Sabtu (28/10/2023). Pria yang juga menjabat kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Timur ini menegaskan siap memberikan sanksi kepada manajemen pabrik Satoria Group apabila dari hasil lab terbukti kuat adanya pencemaran limbah.
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








