• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pesawat Super Tucano.

Diduga bangkai pesawat TNI-AU jenis Super Tucano di Desa Keduwung, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. (Foto: warga)

Kisah di Balik Jatuhnya Dua Pesawat Super Tucano di Pasuruan, Warga Sebut Baru Pertama Lihat Kapal Terbang di TKP Kejadian

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Jatuhnya dua pesawat Super Tucano di Kabupaten Pasuruan menyimpan kisah sisi lain dari saksi mata warga sekitar. Warga sekitar menyebut sebelum insiden jatuhnya pesawat latih TNI-AU tersebut, diduga belum pernah ada kapal terbang melintas di dua area perbukitan ini.

Sulaksono, warga sekitar, menuturkan, selama ini dua lokasi jatuhnya pesawat TNI-AU ini dipercaya sebagai tempat sakral bagi suku Tengger. Dari cerita yang dia dapat dari penduduk lokal, suku Tengger meyakini untuk memasuki wilayah bukit Kundi dan perbukitan di Desa Keduwung tidaklah sembarangan. Bahkan, warga suku ini perlu ritual doa terlebih dahulu.

You might also like

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

12/06/2026 9:55 AM
Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

11/06/2026 6:47 PM

Menurut dia, ada semacam kepercayaan warga lokal bahwa lokasi tersebut tidak boleh dilintasi oleh kapal terbang.

“Kalau kepercayaannya suku Tengger di sini, gak boleh ada yang terbang di atas dua bukit itu,” ujar Sulaksono dalam perbincangan lewat telepon, Selasa (21/11/2023).

Sulaksono sendiri merupakan warga asli Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Dia juga telah lama tinggal di desa yang lokasinya tidak terlalu jauh dari TKP jatuhnya pesawat bernomor ekor sayap TT 3111 di Bukit Kundi.

Sepengetahuan pria yang akrab disapa Pak Sulak ini, baru kali ini dia mendapati ada pesawat yang terbang rendah di lokasi yang dianggap sakral oleh suku Tengger tersebut.

“Setahu saya, selama ini belum pernah ada pesawat yang terbang rendah di atas lokasi itu, ya baru Jumat kemarin itu dan langsung dengar kabar ada yang jatuh,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pak Sulak juga punya pandangan yang cukup logis terkait insiden jatuhnya dua pesawat latih TNI-AU tersebut. Dia menduga pesawat tersebut memang terbang cukup rendah di hari insiden yang menewaskan empat perwira TNI-AU tersebut.

Pendapat ini dia simpulkan dari pengamatannya terhadap dua lokasi jatuhnya pesawat. Di mana di TKP Bukit Kundi, posisi bagian depan pesawat terlihat menancap di tengah tanah lahan bukit yang dijadikan lahan pertanian warga.

Sementara di TKP tebing perbukitan di Desa Wonorejo, bangkai pesawat latih ditemukan tepat di pojok bawah tebing bukit.

“Kalau dilihat lokasinya, dua pesawat ini seperti terbang tapi rendah, bisa jadi di bawah dari pucuk atas bukit. Waktu kejadian memang kabut juga, mungkin pandangannya jadi terhalang,” jelasnya.

Dia dan sejumlah warga sekitar tetap bersiaga apabila diperlukan membantu tim gabungan TNI-AU dalam proses evakuasi bangkai kedua pesawat. Bahkan, menurut dia, sejumlah warga rela meninggalkan pekerjaanya selama berhari-hari.

“Kalau pinginnya kami cepat selesai evakuasinya. Kami juga kasihan Mas, nggak tega. Malah ada yang bela-belain rela nggak kerja selama dua hari,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, jatuhnya dua pesawat Super Tucano menurut kesaksian warga terjadi pada Kamis (16/11/2023), sekitar pukul 11.00 WIB. Kesaksian warga sekitar sempat melihat empat pesawat terbang di langit, sebelum akhirnya diduga ada ledakan keras yang terdengar hingga belasan kilometer.

Dua pesawat jenis Super Tucano ini diduga jatuh di dua lokasi berbeda. Lokasi pertama tempat jatuhnya pesawat dengan nomor ekor TT 3013 berada di bawah tebing kawasan perhutani di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo.

Adapun lokasi kedua jatuhnya pesawat dengan nomor ekor TT 3111 berada di bukit Kundi. Tepatnya di perbatasan antara Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo; dengan Desa Wonorejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan.

Insiden pesawat latih TNI-AU yang jatuh ini memakan korban jiwa empat perwira TNI-AU yang berdinas di Lanud Abdulrachman Saleh. Yakni Letkol Pnb Sandhra Gunawan, Kolonel Adm Widiono, Mayor Pnb Yuda A. Seta, dan Kolonel Pnb Subhan.

Pada Jumat (17/11/2023), Tim Investigasi TNI-AU juga telah menemukan Flight Data Recorder (FDR) dari dua pesawat Super Tucano yang jatuh di Kabupaten Pasuruan. FDR dua pesawat latih tersebut kini telah dibawa ke Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, untuk dilakukan pembacaan data penerbangan guna mengungkap penyebab pasti jatuhnya pesawat.

Hingga saat ini, tim gabungan yang dikoordinasi TNI-AU masih terus melakukan upaya evakuasi bangkai dari dua pesawat ini.

Writer: Laoh Mahfud

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Pasuruan hari iniInsiden pesawat TNI-AU jatuhKabupaten Pasuruan hari iniKecelakaan pesawat TNI-AUKorban laka pesawat TNI-AUKorban tewas pesawat Super TucanoKronologi pesawat TNI-AU jatuhPesawat Super Tucano jatuh di PasuruanSuper Tucano EMB-314super tucano jatuhUpdate kecelakaan pesawat TNI-AU di Pasuruan
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Tol Jombang-Mojokerto.

Lagi! Tragedi di Tol Jombang-Mojokerto: Satu Orang Tewas usai Honda City Tabrak Truk Gandeng

by Dwi Linda
12/06/2026 9:55 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ruas Tol Jombang-Mojokerto (Tol Jomo) kembali menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut nyawa. Satu orang dilaporkan...

Mayat bayi.

Geger! Penemuan Mayat Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi Malang

by Dwi Linda
11/06/2026 6:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, geger dengan penemuan mayat bayi perempuan yang ditemukan di...

Pantai Pangi.

3 Santri Terseret Ombak di Pantai Pangi Blitar saat Outing Class, Satu Korban Hilang

by Dwi Linda
11/06/2026 4:40 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak tiga santri asal Pondok Pesantren (Ponpes) Muhammadiyah Markas Quran Kabupaten Kediri terseret ombak besar di Pantai...

Mobil di Surabaya.

2 Mobil di Surabaya Tercebur dan Terjun dalam Sehari, Pemicu Pengemudi Sama-Sama Diduga Hilang Kendali

by Dwi Linda
09/06/2026 7:38 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dua kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil pribadi terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Surabaya, Jawa Timur,...

Next Post
Puslitbang Polri.

Puslitbang Polri Supervisi di Polres Pasuruan, Kupas Cegah Intoleransi dan Radikalisme di Era Modern 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID