MOJOKERTO, Tugujatim.id – Cuaca ekstrem sedang mengintai sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Hal ini berkaca pada belasan rumah yang porak poranda akibat terjangan hujan deras dan angin kencang. Belasan rumah yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang ini berada di Kupang, Jetis, Kabupaten Mojokerto.
“Kerusakan itu dari hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang pada Minggu (26/11/2023) kemarin. Data yang masuk ke kami belasan rumah mengalami kerusakan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, pada Senin (27/11/2023).
Data yang masuk dalam inventarisir BPBD Kabupaten Mojokerto ini menyebutkan bahwa rumah yang mengalami kerusakan ringan dialami oleh warga Kupang, Jetis atas nama Imam, Sumini, Sugeng, Riyanto, Teguh, Toni, dan Tuwilah. Seluruh rumah rusak ringan ini berada dalam satu dusun yaitu Warugunung di Kupang, Jetis, Kabupaten Mojokerto.
Sementara rumah dengan kerusakan sedang akibat terjangan angin kencang harus dialami oleh Rodhim, Gufron, Suwarno, Andik, dan Prayitno. Kerusakan rumah kategori sedang ini berada dalam satu dusun yang sama dengan rumah rusak ringan.
Kerusakan rumah kategori sedang ini bervariasi. Mulai dari genting rumah yang jatuh akibat angin kencang hingga tembok rumah roboh. Meski demikian, kerugian dari kerusakan rumah ini masih dalam tahap penghitungan.
“Dari laporan yang masuk, tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materiil dari rumah warga masih dihitung,” beber Khakim.
Selain membuat kerusakan pada rumah warga, angin kencang juga turut menumbangkan pohon. Seperti kejadian pohon kesono yang tumbang di Menanggal, Mojosari, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (25/11/2023) lalu. Pohon dengan diameter 40 cm ini mengenai tenda kerucut sebuah toko gerabah. Tak hanya itu, pohon tumbang ini juga membuat kabel milik Telkom putus.
Sebelumnya, pohon dengan jenis trenggulan juga dilaporkan tumbang di Jatirowo, Dawarblandong, pada Jumat (24/11/2023). Pohon tumbang ini juga diduga akibat hujan deras dan angin kencang.
Reporter: Hanif Nanda
Editor: Lizya Kristanti








