• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi buku bajakan. (Foto: Pixabay/Tugu Jatim)

Ilustrasi buku bajakan. (Foto: Pixabay)

IKAPI Jatim Menelaah Upaya Penerbit dalam Mencegah Pembajakan Buku di Era Digital (2-Habis)

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Selain membahas soal penegakan hukum pembajakan buku yang sudah tertuang dalam Undang-Undang (UU) No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, IKAPI Jatim jugaa akan membahas cara-cara yang dapat dipakai masyarakat untuk membedakan mana buku asli dan mana buku bajakan.

Dalam momen itu, Pengurus Bidang Humas dan Hukum IKAPI Jatim Dr Jonaedi SHI MH juga memberi tips membedakan buku asli dan buku bajakan. Dia menegaskan soal bedanya berat kertas yang dipakai, segi warna, dan tekstur dari buku asli dan buku bajakan terlihat berbeda sekali.

You might also like

Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

05/06/2026 8:00 PM
Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

05/06/2026 7:21 PM

“Kemudian, buku bajakan, dari aspek kualitas kertas dulu kalau buku bajakan itu rata-rata di kisaran 55 gram, tapi kalau buku asli menggunakan 70 gram itu yang paling umum. Kertasnya agak kecokelatan, tapi cokelatnya tidak terang. Nah, kualitas covernya juga begitu, biasanya lebih tipis,” jelasnya.

“Aspek printingnya itu biasanya ada bercak-bercak, noda-noda kecil hitam karena mereka kan semacam difotokopi gitu ya,” imbuhnya.

Dari tulisan juga bisa ditandai, bila buku bajakan akan terlihat lebih kecil. Dr Jonaedi mengatakan, hal itu karena hasil portable document format (PDF) atau hasil scan yang mencetak tulisan pada buku bajakan menjadi lebih terlihat kecil dari buku aslinya.

“Nah, kemudian yang paling gampang lagi untuk membedakan biasanya tulisannya lebih kecil karena mereka ini mendapatkan dari scan dari aslinya harus mengonversi lebih kecil sehingga hasil dari cetakannya itu biasanya lebih kecil,” ujarnya.

Yang paling jelas yakni, soal harga jual buku asli dan bajakan yang berbeda jauh. Jelas, buku bajakan lebih murah hingga 50 persen dari harga jual buku aslinya. Dr Jonaedi menegaskan, bagian ini yang paling mudah dibedakan.

“Untuk membedakan secara sederhana mana buku asli dan bajakan ini dari aspek subtansi, sedangkan yang kedua ini paling nyata itu adalah harga, itu biasanya 50 persen lebih murah,” terangnya.

IKAPI Tetap Edukasi dan Sosialisasi soal Buku Bajakan

Dari segi verifikasi penjual juga dapat dipakai sebagai upaya pembeda buku asli dan buku bajakan yang dijual. Sebagian besar pembajak tidak mempunyai verifikasi marketplace dari IKAPI pusat atas dagangan buku-bukunya.

“Kemudian dari aspek penjual itu biasanya yang tidak terverifikasi di ‘marketplace’. Makanya kalau ‘marketplace’ itu sudah bekerja sama dengan IKAPI Pusat adalah yang sudah memverifikasi toko official dari masing-masing penerbit buku,” jelasnya.

“Jadi, misalnya Shopee, Tokopedia, itu biasanya memverifikasi akun asli atau official tiap penerbit. Jadi, sekarang karena di dunia digital, masyarakat bisa melakukan akses pembelian langsung atau direct dari marketplace,” bebernya.

Hal itu yang membuat Dr Jonaedi kembali dan lebih mantap berpikir, salah satu cara, solusi, dan jalan keluar paling ideal untuk mengatasi maraknya pembajakan buku yakni melalui edukasi hingga sosialisasi pada masyarakat.

“Kemudian saya pikir sama ya, jadi berikan edukasi ke masyarakat bagaimana pentingnya memberi buku yang orisinal, yang asli untuk penghargaan kepada penulis dan penerbit dan juga dari aspek kualitas pasti lebih nyaman. Ini tentu langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh IKAPI Jatim,” ujarnya.

Tags: Berita buku bajakanBuku cetakBuku digitalIKAPI JatimjatimKota SurabayaPenerbit bukuPenulis buku
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

by Dwi Linda
05/06/2026 8:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Seorang jemaah haji asal Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat tiba di Bandara Internasional Juanda...

Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

by Dwi Linda
05/06/2026 7:21 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Publik heboh dengan beredarnya informasi dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang perwira menengah di lingkungan Polres Blitar....

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

by Dwi Linda
05/06/2026 7:01 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, terpilih mewakili Kota Batu mengikuti ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur...

Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 4:48 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Suasana Pantai Boom Tuban tampak berbeda pada Jumat (05/06/2026). Ratusan prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 932 Sunan...

Next Post
Ilustrasi buku bajakan. (Foto: Pixabay)

IKAPI Jatim Menelaah Upaya Penerbit dalam Mencegah Pembajakan Buku di Era Digital (1)

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID