• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ada semacam dumpsite illegal di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman Sidoarjo. Di sana menampung sampah dari beberapa desa di sekitar Kecamatan Taman, lokasi mepet dengan Sungai Bungurasih atau Sungai Ketegan, Rabu (26/05/2021).(Foto: River Warrior Indonesia)

Ada semacam dumpsite illegal di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman Sidoarjo. Di sana menampung sampah dari beberapa desa di sekitar Kecamatan Taman, lokasi mepet dengan Sungai Bungurasih atau Sungai Ketegan, Rabu (26/05/2021).(Foto: River Warrior Indonesia)

River Warrior Indonesia Desak Pemkab Sidoarjo Atasi Sampah Sekali Pakai

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Persoalan mengenai sampah masih saja menjadi polemik di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur. Setelah melakukan sosialisasi dan aksi terkait pengurangan penggunaan sampah plastik di Malang, Mojokerto, Surabaya, dan Sidoarjo, kini beberapa komunitas peduli lingkungan memergoki kembali timbunan sampah ilegal di Sidoarjo.

Ketua Ecoton Prigi Arisandi menegaskan, ada timbunan sampah ilegal di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Apalagi, Prigi menjelaskan, sampah itu mepet dengan lokasi Sungai Bungurasih atau Sungai Ketegan.

You might also like

Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

05/06/2026 2:05 PM
Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

05/06/2026 8:11 AM

“Ada semacan dumpsite illegal di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Menampung sampah dari beberapa desa di sekitar Kecamatan Taman, lokasi mepet dengan Sungai Bungurasih atau Sungai Ketegan,” terangnya melalui daring Rabu (26/05/2021).

Komunitas lingkungan mengadakan aksi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman Sidoarjo.(Foto: River Warrior Indonesia)
Komunitas lingkungan mengadakan aksi di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman Sidoarjo.(Foto: River Warrior Indonesia)

Timbunan sampah ilegal itu, Prigi melanjutkan, mengakibatkan munculnya genangan air yang berbau kurang sedap tatkala terpapar air hujan. Selain itu, air lindi atau leachet yang muncul dapat mengakibatkan sampah-sampah hanyut ke sungai terdekat.

“Kondisi ini membuat leachet (air lindi yang dihasilkan dari pemaparan air hujan akibat timbunan sampah, red) dan serpihan sampah terhanyut ke sungai, sampah plastik di-open dumping (penumpukan, red) dan dibakar,” imbuhnya.

Menyikapi hal itu, Prigi menegaskan, bersama beberapa komunitas peduli lingkungan yang selalu vokal dalam menolak penggunaan sampah plastik, perlunya pengelolaan sampah yang baik, serta gemas pada limbah-limbah yang merusak lingkungan, disusunlah pernyataan sikap bersama.

“Terkait kasus dumpsite illegal yang ada di Sidoarjo tersebut, River Warrior Indonesia, Brigade Evakuasi Popok dan Komunitas Tolak Plastik sekali Pakai memberikan pernyataan sikap dan desakan pada Pemkab Sidoarjo,” jelasnya.

Penyataan Sikap Itu Berisi:

1. Memprioritaskan penanganan sampah plastik sekali pakai terutama popok, karena selama ini penanganannya insidental atau parsial. Yang dibutuhkan penanganannya terencana dan holistik melibatkan banyak pihak, tidak hanya dinas lingkungan hidup (DLH), tapi juga melibatkan dinas kesehatan (dinkes), kecamatan, dan pemdes.

2. Pemkab memberikan insentif kepada pemdes untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah di tingkat desa agar sampah tidak tertimbun liar dan akhirnya dibakar (sampah dikelola sebaik mungkin agar tidak menjadi pencemaran lingkungan, red).

3. Pemkab membuat regulasi pengurangan atau pelarangan penggunaan plastik sekali pakai seperti tas kresek botol air minum sekali pakai, sedotan, popok plastik, styrofoam, dan sachet (saat ini di Indonesia sudah ada 40 pemkab/pemkot/provinsi yang memiliki regulasi pengurangan atau pelarangan plastik sekali pakai.

4. Pemkab dan produsen sachet dan popok sekali pakai harus menyediakan kontainer khusus sampah residu (popok dan sachet masuk kategori residu yang sulit didaur ulang atau dimanfaatkan kembali sehingga menjadi tanggung jawab produsen untuk mengelola sampah residu).

5. Pemkab mendorong warga penduduk untuk melakukan pemilahan sampah (agar sampah yang tertimbun, terkumpul dan terbuang, dapat dikategorikan secara baik, rapi dan tidak tercampur aduk, hingga tercecer di berbagai lokasi, red).

Dalam aksi itu, ada beberapa hastag yang digaungkan komunitas tersebut antara lain #2021StopMakanPlastik, #BreakFreeFromPlastik, #BreakFreeFromSedotan, dan lain-lain. Komunitas tersebut melakukan aksi sembari mengenakan atribut yang berwarna serba putih.

 

Tags: Aksi protes tentang sampaAtasi sampah plastikBerita sampah plastikPemkab SidoarjoRiver Warrior IndonesiaSampah sekali pakaiSidoarjo
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Mojokerto

Momen Libur Panjang, Stasiun Mojokerto Layani 9.000 Lebih Pelanggan

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 2:05 PM
0

MOJOKERTO, Tugujatim.id - Pihak PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menyampaikan catatan atas momen libur panjang...

Jatim

BMKG: Waspada Kabut Tebal dan Angin Kencang di Jatim, Jumat 5 Juni 2026

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:11 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jatim Jumat (05/06/2026) didominasi udara kabur dan berawan di banyak wilayah, dengan beberapa daerah dataran tinggi...

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Next Post
Vihara Dhammadipa Arama di Kota Batu. (Foto: Sholeh/Tugu Jatim)

Mengenal Vihara Dhammadipa Arama, Vihara Tertua di Kota Batu

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID