• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Duta Bahasa Jawa Barat 2020 serta mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Erfin Nurfalah (pojok kanan atas) saat memberikan paparan dalam LCM Series 2. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Duta Bahasa Jawa Barat 2020 serta mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Erfin Nurfalah (pojok kanan atas) saat memberikan paparan dalam LCM Series 2. (Foto: Feni Yusnia/Tugu Jatim)

Dalam Coaching Series 2, Duta Bahasa Jabar: Etika Jadi Kunci Komunikasi Efektif antara Dosen-Mahasiswa

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Komunikasi yang efektif yakni komunikasi yang diawali dari etika yang baik. Hal tersebut disampaikan berdasarkan sudut pandang mahasiswa sekaligus Duta Bahasa Jawa Barat 2020 Erfin Nurfalah dalam Lecturer Coaching Movement (LCM) series 2 bertajuk “Komunikasi Efektif antara Mahasiswa dan Dosen” pada Sabtu (29/05/2021).

“Jadi, memang ada beberapa etika yang sering kali harus diperhatikan oleh mahasiswa saat memulai komunikasi dengan dosen dan ini saya rasakan sendiri. Jadi, ketika memperhatikan etika, maka respons dosen akan baik,” ujarnya.

You might also like

Megawati di Blitar.

Orasi! Megawati di Blitar Singgung Penjajahan Gaya Baru dan Narasi 350 Tahun

15/06/2026 8:24 PM
Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dihadiri oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat, Pakar Komunikasi serta Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana SIKom, Dosen Psikologi FISIP UB sekaligus Board of Business Coach Ilhamuddin Nukman SPsi MA, dan Duta Bahasa Jawa Barat 2020 serta mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung Erfin Nurfalah.

Adapun, etika yang perlu ditekankan menurut mahasiswa semester 8 UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut, di antaranya memperhatikan jam kerja. Kemudian saat akan menghubungi melalui WhatsApp atau aplikasi penyampai pesan lainnya perlu memperhatikan salam, perkenalan diri, sampaikan tujuan dan salam penutup.

“Kalau misal kesan pertama kita saat menghubungi terkesan jelek pada dosen, akhirnya juga tidak baik. Misal contoh kasus, dalam tugas nih, ada mahasiswa yang takut berkomunikasi. Alasannya takut dimarahi dan sebagainya, itu karena etikanya tidak diperhatikan. Jadi, memang etika juga menjadi faktor utama dalam komunikasi,” sambungnya.

Ibarat menanam bibit, Erfin melanjutkan, kalau bibit yang ditanam baik, maka proses tanaman itu bisa tumbuh dengan baik. Jadi, apabila suatu saat bertemu bisa berdiskusi dengan baik. Bahkan, juga bisa berkolaborasi hingga menghasilkan suatu karya.

“Itulah hasil daripada etika yang dikedepankan. Begitu juga kalau ada kendala di kampus, saat komunikasi sudah baik, maka tidak ada ketakutan komunikasi dengan dosen. Beda halnya kalau mahasiswa yang sering kali tidak memperhatikan etika, akan muncul paradigma negatif,” sambung dia.

Ke depan dia berharap dosen bisa menjadi kolega sekaligus partner yang akan menstimulus mahasiswa untuk lebih semangat terus berkarya. Seperti penulisan jurnal, penelitian, dan sebagainya. Mengingat ketika mahasiswa ingin ikut perlombaan juga akan meminta bantuan pada dosen.

Kemudian menciptakan gaya komunikasi dan proses belajar dengan suasana kelas yang lebih hidup. Mahasiswa pun bisa merasakan bahwa dosen menjadi teman diskusi yang sangat cocok untuk berkembang dan berkolaborasi sehingga membawa kampus menjadi lebih baik lagi.

“Dengan begitu, diharapkan tidak ada paradigma dosen yang negatif. Dengan saling menghargai dan memahami tidak akan timbul kesalahpahaman. Karena dasarnya kesalahpahaman bisa terjadi karena komunikasi yang baik. Bahkan, bersinergi bersama-sama menorehkan sebuah karya untuk almamater tercinta,” tandasnya.

Tags: CEO Paragon Salman SubakatDuta Bahasa Jawa Barat 2020Lecturer Coaching MovementParagonWardah Cosmetics
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Megawati di Blitar.

Orasi! Megawati di Blitar Singgung Penjajahan Gaya Baru dan Narasi 350 Tahun

by Dwi Linda
15/06/2026 8:24 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi kebangsaan yang sarat akan peringatan keras bagi masa depan...

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Next Post
Seorang notaris di Kota Malang, Paulus Oliver Yoesoef, mencoba menempelkan uang koin di bekas suntikan vaksin pada lengannya dan berhasil. (Foto: Tangkapan layar Tiktok @paulusoliver/Tugu Jatim)

Notaris Malang Paulus Oliver Buktikan Koin Nempel di Bekas Suntik Vaksin, Begini Kata Para Ahli

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID