BATU, Tugujatim.id – Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa, masyarakat Kelurahan Songgoriti, Kota Batu, bersiap menggelar salah satu agenda budaya tahunan yang paling dinantikan, yakni Tradisi Ngarak Banteng 1 Suro Empu Supo XVIII.
Di balik pesona wisata modern yang terus berkembang, kota di lereng Gunung Arjuno tersebut juga menyimpan kekayaan budaya lokal yang tetap lestari dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Humas Paguyuban Mpu Supo Ahmad Choirul Amirrudin mengatakan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kota Batu tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki kekayaan wisata budaya yang sarat dengan nilai sejarah dan spiritual.
Baca Juga: Jelang Bulan Suro, Forkopimda Jember dan PSHT Perkuat Komitmen Jaga Kondusivitas
Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-18. Lebih dari sekadar hiburan, kirab budaya tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus wadah bagi masyarakat Songgoriti untuk menjaga dan merawat warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Kami di sini memadukan unsur seni pertunjukan, laku spiritual, kebersamaan, dan kearifan lokal yang melebur menjadi satu rangkaian yang magis sekaligus meriah dan layak menjadi tontonan wisatawan,” ujarnya.
Pada gelaran tahun ini, panitia mengangkat tema “Manggalaning Gwaya Purna Udaya”. Tema tersebut mengandung pesan filosofis tentang kebangkitan budaya yang diharapkan mampu membangkitkan semangat kemajuan, kemakmuran, serta keharmonisan dalam kehidupan masyarakat.

Melalui tema tersebut, warga Songgoriti ingin menegaskan bahwa tradisi dan budaya bukanlah peninggalan masa lalu yang usang, melainkan fondasi penting untuk melangkah menuju masa depan tanpa kehilangan identitas daerah.
Bagi wisatawan maupun pencinta budaya Nusantara, agenda ini dapat menjadi salah satu pilihan menarik dalam daftar perjalanan wisata. Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII terjadwal berlangsung pada Senin (22/06/2026), bertepatan dengan 6 Suro 1960 Jawa.
“Untuk lokasi dan rutenya akan digelar di sepanjang jalan kawasan wisata Songgoriti,” ungkapnya.
Baca Juga: Operasi Aman Suro, 21.501 Personel Siaga, Polda Jatim Larang Konvoi
Kawasan Songgoriti sendiri memiliki karakter yang unik. Selain dikenal sebagai salah satu pusat akomodasi wisata di Kota Batu, wilayah ini juga menjadi episentrum perkembangan seni dan tradisi masyarakat setempat.
Setiap kali bulan Suro tiba, kawasan Songgoriti seolah bertransformasi menjadi panggung budaya terbuka yang menghadirkan berbagai ritual adat, doa bersama, hingga pertunjukan seni rakyat sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Kehadiran Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo semakin menegaskan bahwa potensi pariwisata Kota Batu tidak hanya bertumpu pada sektor alam, tetapi juga pada dimensi sejarah, sosial, dan budaya yang memiliki daya tarik tersendiri dalam pengembangan wisata berbasis budaya atau cultural tourism.
“Kami sangat terbuka mengundang seluruh lapisan masyarakat, wisatawan yang sedang berlibur di Malang Raya, para pegiat seni, hingga komunitas pencinta tradisi Nusantara untuk hadir langsung menyaksikan pertunjukan budaya akbar ini,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati







