• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi pengembangan diri dan self improvement. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi pengembangan diri dan self improvement. (Foto: Pixabay)

Opini Tasya Nabila Cahyati: Self Improvement

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in Catatan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Self improvement atau biasa disebut dengan pengembangan diri atau suatu hal yang dilakukan seseorang dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas serta kuantitas diri yaitu dengan cara mengembangkan hobi, memperbaiki kualitas sumber daya manusia, dan melatih kinerja. Dalam pengembangan diri tersebut biasanya dilatarbelakangi oleh keinginan seseorang untuk merubah pola pikir dan tingkah lakunya dengan harapan akan menemukan titik yang terbaik.

Pengembang diri tidak hanya dilatarbelakangi oleh keinginan internal saja. Namun, juga biasanya adanya keinginan eksternal seperti ingin mendapatkan sudut pandang yang baik dari orang lain, sebab biasanya orang akan menilai seseorang yaitu dari first imprSelfie improvement atau biasa disebut dengan pengembangan diri adalah suatu proses yang dilakukan seseorang yang first impression atau biasa disebut pandangan pertama. Maksudnya, orang akan menilai kita dari cara berbicara, cara bertindak, cara berpikir ataupun fisik yang menarik. Maka dari itu, perlu sekali kita memperbaiki kualitas serta kuantitas diri sendiri. Namun, sebelum memperbaiki diri sendiri alangkah baiknya kita memahami langkah-langkah dalam proses perbaikan diri.

You might also like

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

30/05/2026 8:27 PM
Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

03/05/2026 7:42 PM

1. Meningkatkan rasa percaya diri

Sebab tanpa rasa percaya diri biasanya seseorang enggan untuk mencoba hal baru atau berbuat apapun di luar rutinitas harian. Sehingga hal ini akan menghambat diri sendiri untuk berkembang. Rasa percaya diri sangat dibutuhkan dalam menggali potensi diri dan mengukir sebuah karya. Sebab tanpa adanya rasa percaya diri penulis tersebut akan terus merasa bahwa karyanya selalu kurang. Padahal, perasaan pesimis tersebut dapat mengurangi kualitas dari sebuah karya. Maka, sebelum menulis usahakan jika kita yakin bahwa karya kita akan disukai oleh orang lain , karena memiliki keunikan dari penulis lainnya. Namun, rasa percaya diri yang berlebihan juga tidak terlalu bagus, karena kita akan terlihat sombong, karena akan cepat berpuas diri serta enggan menerima kritikan dari orang lain.

2. Menggunakan waktu dengan baik

Memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin merupakan salah satu cikal bakal hal yang akan mempengaruhi kesuksesan seorang penulis. Sebab adanya manajemen waktu yang baik akan membuat seseorang disiplin. Seseorang penulis yang disiplin biasanya memiliki kualitas karya yang baik, karena mereka menulis sebuah karya dengan produktif dan teratur. Karya yang ditulis secara teratur akan membuat pembaca menjadi senang, sebab bisa membaca cerita kesukaannya. Pemanfaatan waktu yang baik dapat dilakukan dengan beberapa langkah kecil seperti tidak menunda waktu untuk menulis, tidak menulis hanya ketika saat-saat tertentu saja, DLL.

3. Belajar dari pengalaman

Banyak yang mengatakan bahwa “ pengalaman adalah guru terbaik untuk masa depan “, ya kata tersebut memang sangat cocok untuk mendeskripsikan betapa pentingnya seseorang belajar dari masa lalunya. Sebab tanpa adanya proses belajar, seseorang tidak akan mampu untuk merubah kesalahan yang telah diperbuat mereka akan terus melakukan hal yang sama. Tentu saja semua dari kita tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Maka, kita harus mampu berdamai dengan masa lalu dan mulai menjadikan mereka sebagai pelajaran agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama. Maka, dari itu kita harus tetap bersyukur dengan adanya kesalahan di masa lalu dan terus terpacu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama demi masa depan.

4. Punya Ambisi Untuk Berprestasi

Memiliki ambisi bukan selalu hal yang buruk, terkadang kita perlu berambisi supaya kita terus terpacu untuk maju. Adanya ambisi membuat seseorang tidak merasa cepat puas dengan hasil yang telah tercapai, mereka akan terus mengali potensi diri dengan terus menulis sebuah karya. Ambisi juga membuat mereka terus berusaha untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Namun, ada kalanya terlalu berambisi membuat mereka tertekan. Untuk menghindari hal tersebut penulis yang baik harus mengimbangi ambisinya dengan usaha agar berprestasi. Sebab, dengan adanya prestasi yang baik akan membuat mereka mudah dalam mendapatkan pekerjaan, beasiswa, dan melakukan hal yang diinginkan lainnya. Prestasi yang baik akan menjadikan mereka mudah dikenal oleh orang lain. Untuk berprestasi pun perlu adanya niat dan belajar yang giat.

5. Punya rasa tanggung jawab

Rasa tanggung jawab kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan baik yang disengaja maupun tidak. Dengan adanya rasa tanggung jawab yang baik, akan membuat seorang penulis mampu membagi waktu mereka dengan teratur. Mereka akan merasa tidak enak bila mereka tidak menuntaskan karya mereka dengan tepat waktu. Menumbuhkan rasa tanggung jawab sangat penting bagi setiap orang khususnya seorang penulis. Tanggung jawab bisa ditumbuhkan dengan cara selalu merasa ia memiliki tanggungan yang besar kepada pembaca, dengan demikian penulis akan rajin menyelesaikan naskahnya agar pembaca tidak kecewa.

Dapat kita simpulkan bahwa Self improvement itu sangat diperlukan oleh setiap orang, khususnya seorang penulis. Sebab menjadi penulis harus siap dengan sudut pandang orang lain. Maka dari itu, sebelum anda dikritik oleh orang lain, persiapkan diri anda dengan versi terbaik yang telah anda rubah dengan kegiatan ini. Sebab menjadi penulis bukan hanya menciptakan karya untuk diri sendiri. Namun, juga untuk semua manusia.

 

Penulis: Tasya Nabila, siswi SMAN 1 Pagak

Tags: Malangopini
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Gus Yahya.

Menakar Dua Periode Gus Yahya: Mungkinkah?

by Dwi Linda
30/05/2026 8:27 PM
0

Oleh: Abdur Rahim** Tugujatim.id - Kepemimpinan di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang berada di persimpangan yang tidak mudah. Ketegangan...

Tasyakuran 50 tahun pernikahan

Tasyakuran 50 Tahun Pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain, Penuh Kesan dan Menginspirasi

by Mochamad Abdurrochim
03/05/2026 7:42 PM
0

JAKARTA, Tugujatim.id – Tasyakuran 50 tahun pernikahan Surya Burhanuddin dan Sjenny Jamain berlangsung penuh kesan, syukur, dan inspirasi di Hotel...

AHWA.

Menimbang Pelembagaan AHWA sebagai Otoritas Kepemimpinan NU

by Dwi Linda
14/04/2026 7:52 PM
0

Oleh: Abdur Rahim (Warga NU; tinggal di Desa Simo, Tuban)   TUBAN, Tugujatim.id - Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

Next Post
Gelaran acara penobatan Duta Narkoba di Pendopo Kridha Manunggal Tuban, Rafli dan Cinta (kanan dan kiri) berfoto bersama dengan Bupati Tuban, Fathul Huda (dua dari kiri). (Foto: Humas Pemkab Tuban)

Mengenal Rafli dan Cinta: Duta Anti Narkoba dari Kabupaten Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID