• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang tertangkap kamera trap di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Foto: Dokumen/TNBTS)

Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) yang tertangkap kamera trap di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (Foto: Dokumen/TNBTS)

Kabar Baik, Populasi Macan Tutul Jawa di Kawasan TNBTS Diyakini Terus Bertambah

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Ada kabar baik bahwa populasi satwa liar terancam punah di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tampaknya mulai berkembang biak dengan baik. Seperti keberadaan Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) misalnya.

Baru-baru ini, Balai Besar TNBTS menangkap adanya aktivitas macan tutul melalui camera trap yang dipasang di 60 titik di kawasan seluas 27,14 hektar. Lokasinya dirahasiakan untuk mencegah aktivitas perburuan ilegal.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Dilaporkan, aktivitas satwa kucing besar ini tampak beberapa kali tertangkap kamera. Bahkan mungkin jumlahnya bertambah jika dibandingkan dengan rekaman-rekaman di tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Plt. Kepala BB TNBTS, Novita Kusuma Wardani. Bukti otentik dari hasil tangkapan kamera ini membuat pihaknya lega karena ternyata habitat satwa terancam punah ini masih ada di Semeru.

Perempuan yang yang baru ditunjuk sebagai Plt. Kepala BB TNBTS per 1 Mei 2021 ini berharap, dari fakta ini bisa menjadi perhatian dan kepedulian dari semua pihak. Apalagi, perburuan ilegal juga masih ada.

”Tapi dengan adanya kamera trap yang dipasang di 60 titik ini semoga bisa mengurangi aktivitas perburuan satwa liar,” harapnya dalam sesi diskusi merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 2021.

Terpisah, dijelaskan Pengendali Ekosistem Hutan TNBTS, Toni Artaka, 60 unit kamera trap dipasang di sejumlah kawasan tertentu yang sering menjadi jalur perlintasan satwa predator utama ini. Kamera ini sudah dipasang bertahap sejak 2015 silam.

Sebelumnya, pelacakan hanya bisa dipantau lewat buktu cakaran kuku, feses (kotoran) dan jejak kaki. Kini, dengan kamera trap, eksistensi macan tutul ini kian jelas ada. ”Kami ada fotonya. Sangat lega,” katanya.

Sejauh ini, pihaknya mendapati ada sekitar 21 ekor macan tutul baik berjenis kelamin maupun betina yang eksis di belantara TNBTS. Terbaru, di tahun 2020 kemarin, pihaknya memonitor 3 ekor macan tutul.

”Padahal tahun sebelumnya (2019), terpantau hanya ada 1 ekor macan tutul yang sering terekam. Ini adalah data set monitoring. Di luar data ini, artinya masih ada harapan (populasinya) lebih banyak lagi,” bebernya.

Dengan melihat data tersebut, lanjut Toni, menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran kolektif untuk menjaga ekosistem hutan. Menurut dia, restorasi ekosistem sudah wajib dilakukan oleh semua pihak.

Tags: BromoGunung BromoGunung SemeruMalangPasuruansemeruTNBTS
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Proses gropyokan tikus yang dilakukan sejumlah petani di Desa Sumurjalak, Kabupaten Tuban bersama para personel TNI, Minggu (6/6/2021). Hal ini dilakukan sebagai upaya mengatasi hama tikus di persawahan. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Basmi Hama Tikus, Petani Sumurjalak Tuban dan Personel TNI Lakukan 'Gropyokan Tikus'

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID