• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Mahasiswa difabel UB.

Duwi Purnama Sidik SKom saat menerima kelulusan dari Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (20/01/2024).(Foto: Humas UB)

Kisah Inspiratif Mahasiswa Difabel UB Duwi dan Elo, Diterima Kerja hingga Pilih Lanjutkan S2

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
2 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Universitas Brawijaya Malang (UB) usai mewisuda ratusan sarjana di gedung Samantha Krida, Sabtu (20/01/2024). Dari 763 lulusan dari berbagai jenjang, ada dua mahasiswa difabel UB yang kisahnya begitu menginspirasi. Siapakah mereka?

Dua mahasiswa difabel UB ini begitu disorot banyak pasang mata. Mereka adalah Duwi Purnama Sidik SKom dan Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Duwi Purnama Sidik SKom: Aktif Organisasi dan Sedang Tempuh S2

Duwi Purnama Sidik SKom yang biasa dipanggil Duwik merupakan mahasiswa difabel UB dari Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika yang meraih IPK 3,65 dengan masa studi 3 tahun 11 bulan. Dia saat ini pun tengah melanjutkan studi S2 Ilmu Komputer dengan program Fast Track.

“Sebagai mahasiswa daksa kursi roda, saya ingin ke depannya bisa bekerja dengan duduk. Jurusan teknik informatika menjadi salah satu opsinya. Selain itu, dari kecil saya suka segala hal yang berbau teknologi dan prospek kerja jurusan ini bagus,” kata Duwik seperti rilis yang diterima tugujatim.id dari UB.

Selama kuliah di Brawijaya, dia mengaku mendapatkan banyak kemudahan, baik di bidang akademik maupun non akademik. Duwik juga aktif ikut berbagai organisasi dan kepanitiaan untuk menambah relasi dan mengasah soft skill-nya.

Baca Juga: 5 Daftar Harga Laptop Asus Core i7 Terbaik Mulai 10 Jutaan: Manjakan Pengguna dengan Kecepatan Tinggi

Dia tercatat pernah menjadi anggota Pusat Komunikasi dan Informasi di Eksekutif Mahasiswa (EM), menjadi ketua Departemen Humas di Badan Internal Olahraga dan Seni (BIOS), ikut kepanitiaan seperti Informatics Education and Learning for Society Enhancement, Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa Baru, Olahraga dan Seni, serta Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar.

“UB memiliki Pusat Layanan Disabilitas (PLD) yang membantu memudahkan perkuliahan. Filkom juga menyediakan banyak akses untuk kursi roda sehingga memudahkan mobilisasi. Dosen dan tenaga kependidikan juga sangat support soal kuliah. Kalau ada kendala, saya sampaikan saja, pasti dibantu,” kata alumnus asal Banyuwangi ini.

Duwik berpesan kepada teman-teman difabel yang ingin melanjutkan studi agar tidak takut karena banyak orang baik yang akan membantu jika berani menyampaikan kesulitan.

“Tunjukkan apa yang kamu mampu, maka orang akan melihat kemampuanmu, bukan keadaanmu,” ujarnya.

Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs: Diterima Bekerja di Dua Instansi

Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs, mahasiswa difabel UB yang lulus dengan IPK 3,47 dari Program Studi Desain Grafis, Fakultas Vokasi. Saat ini Elo sudah diterima bekerja di dua tempat, yakni di AIDRAN (Australia-Indonesia Disability Research) yang berpusat di Australia dan sebuah industri kreatif yang berlokasi di Malang sebagai social media officer dan content making.

Difabel daksa pada kedua tangan tidak menjadikan alasannya untuk membatasi diri. Selama kuliah, Elo aktif mengikuti berbagai organisasi. Di antaranya eksekutif mahasiswa pada bidang Advokasi dan UKM Forum Mahasiswa Peduli Inklusi (Formapi) di bidang humas.

Dia bahkan pernah didapuk menjadi MC di konferensi internasional yang diadakan oleh AIDRAN-FH UB pada 2019 yang mengantarkannya diterima bekerja di NGO tersebut.

Mahasiswa difabel dari UB.
Elo Kusuma Alfred Mandeville STrDs saat menerima kelulusan dari Universitas Brawijaya Malang. (Foto: Humas UB)

“Konferensi yang diadakan tentang Interns Conference on Disability Rights. Saat itu saya satu-satunya mahasiswa difabel yang fasih berbicara bahasa Inggris di depan banyak orang sehingga diminta menjadi MC. Selanjutnya saya beberapa kali terlibat dalam kegiatan AIDRAN dan sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan bekerja,” terang pria asal Denpasar, Bali, ini.

Dengan minatnya di bidang video editing, Elo ke depannya ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di bidang minat perfilman.

“Semoga teman-teman difabel bisa lebih semangat dalam meraih impian apa pun. Karena saat ini lingkungan sosial dan kampus mulai menyediakan fasilitas dan akses untuk teman-teman difabel. Dengan adanya akomodasi tersebut, jangan sampai disia-siakan karena kesuksesan berawal dari hal kecil,” ujar Elo. (*)

Writer: Yona Arianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniDifabel dari UBKisah inspiratif mahasiswa difabel di UBKota Malang hari iniMahasiswa difabel dari UBMahasiswa difabel Universitas Brawijaya
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
kebakaran gudang dekat exit tol pakis

Kebakaran Gudang Dekat Exit Tol Pakis Malang, Damkar Sempat Kesulitan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID