• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ibu-ibu di Kota Batu usai mengikuti edukasi dan sosialisasi hidup sehat untuk menekan angka stunting. Foto: dok UM

Ibu-ibu di Kota Batu usai mengikuti edukasi dan sosialisasi hidup sehat untuk menekan angka stunting. Foto: dok UM

Tekan Angka Stunting, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Edukasi Ibu Hamil di Kota Batu

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
2 years ago
in Advertorial
0
Share on FacebookShare on Twitter

BATU, Tugujatim.id – Indonesia masih menjadi negara dengan kasus stunting yang terbilang tinggi di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada 2019, Indonesia menempati peringkat keempat di dunia dan kedua di Asia Tenggara dengan angka stunting pada balita mencapai 27,67 persen.

Di Provinsi Jawa Timur, Kota Batu menjadi salah satu kota yang memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi berdasarkan survei Status Gizi Indonesia pada 2022 yaitu sebesar 25,2 persen. Angka ini tentunya melebihi standar prevalensi stunting yang ditetapkan oleh WHO yaitu sebesar 20 persen.

You might also like

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

21/07/2026 7:08 PM
Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

21/07/2026 6:09 PM

Melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), pemerintah sesuai amanat Presiden RI, Joko Widodo berupaya menurunkan prevalensi stunting ke angka 14 persen di 2024 untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2, yaitu menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi pada 2030.

Mengingat anak yang menderita stunting akan mengalami gangguan kecerdasan dan kesehatan yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.

Dalam rangka menyukseskan program pemerintah untuk percepatan penurunan angka stunting, mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam tim KKN MBKM Peduli Stunting mengadakan edukasi pencegahan stunting pada ibu hamil yang bertempat di Puskesmas Pembantu Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, pada Sabtu (11/10/2023). Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 9.30-11.30 WIB dan dihadiri oleh 28 ibu hamil.

Pada awal kegiatan atau open gate, ibu hamil yang datang akan langsung diarahkan untuk melakukan presensi dan mengisi pre-test.

Setelah itu, MC membuka kegiatan dengan antusias sembari membacakan rangkaian acara yang akan dilalui. Ibu hamil akan memperoleh sajian materi edukasi mengenai konsep stunting, prevalensi stunting di Indonesia dan Kota Batu.

Ada pula penjabaran tentang penyebab stunting, diagnosis stunting, anemia dan KEK (Kekurangan Energi Kronis) pada ibu hamil, anjuran porsi makan menurut kecukupan energi tiap trimester, “Isi Piringku”, serta langkah-langkah pencegahan stunting.

Tak hanya terfokus pada penyampaian materi mengenai pencegahan stunting saja, tetapi diselingi dengan studi kasus yang diharapkan dapat lebih mengeksplorasi dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mengenai suatu permasalahan stunting sehingga diharapkan ibu hamil memiliki gambaran solusi apabila menjumpai permasalahan tersebut di dunia nyata.

Untuk menambah keseruan acara, diadakan segmen games “Makan Apa” di mana ibu hamil dibagi menjadi dua kelompok dan bernyanyi bersahutan dengan menyebutkan makanan yang termasuk dalam kategori zat gizi yang disebutkan.

Kegiatan kemudian dilanjut dengan acara yang tak kalah seru yaitu senam. Ibu-ibu hamil kompak memperagakan gerakan senam berdurasi delapan menit yang terdiri dari gerakan pemanasan dan inti yakni senam poco-poco sembari dipimpin oleh mahasiswa.

Di penghujung acara, ibu hamil diminta untuk mengisi post-test kemudian melakukan sesi dokumentasi bersama mahasiswa KKN.

Dengan adanya edukasi pencegahan stunting ini, diharapkan ibu hamil dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan yang lebih mendalam mengenai stunting sehingga dapat menerapkan strategi pencegahan stunting yang telah disampaikan.(ads)

Reporter: Feni Yusnia
Editor: Lizya Kristanti

Tags: Batuberita batuberita Batu hari inistuntingUniversitas Negeri Malang
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Homecare.

Homecare Jember Terintegrasi Telemedicine, 1.200 Nakes Siap Layani Warga 24 Jam

by Dwi Linda
21/07/2026 7:08 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Pemerintah Kabupaten Jember akan mengintegrasikan layanan telemedicine dalam program Homecare yang dijadwalkan diluncurkan pada 24 Juli 2026....

Chatour Travel.

Penuh Makna, 45 Jemaah Umroh Pusaka by Chatour Travel dari Lansia hingga Gen Z Saling Bantu dalam Setiap Momen

by Dwi Linda
21/07/2026 6:09 PM
0

MADINAH, Tugujatim.id - Mengawali Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan memenuhi panggilan Allah SWT menjadi momen istimewa bagi 45 jemaah...

Gus Fawait.

Gus Fawait: Anggaran Terbesar Pertanian Jember Capai Rp312 Miliar berkat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

by Dwi Linda
21/07/2026 5:47 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut sektor pertanian mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dalam...

Gus Fawait.

Serap Aspirasi Warga Pakusari, Gus Fawait Fokus Air Bersih dan Layanan Homecare

by Dwi Linda
21/07/2026 4:13 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Bupati Jember Muhammad Fawait atau akrab disapa Gus Fawait menyerap aspirasi masyarakat dalam rangkaian program Bunga Desaku...

Next Post
KPUK Tuban.

Target Rampung Akhir Januari, KPUK Tuban "Setting dan Packing" Logistik Pemilu 2024

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID