MOJOKERTO, Tugujatim.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto memastikan gelaran Pemilu 2024 berlangsung kondusif. Kepastian tersebut diterangkan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal.
“Kami sudah tegaskan terutama kepada teman-teman dari panwascam agar memperhatikan pengawas-pengawas lain. Termasuk pula pengawas tempat pemungutan suara (PTPS),” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal, Rabu (31/01/2024).
Baca Juga: Hangat! 7 Desain Rumah Panggung Kayu Modern Terbaru dan Kekinian: Sejuk dan Homey Banget Bikin Betah
Ketegasan yang dimaksud Dody meliputi hak dan kewajiban yang melekat pada masing-masing posisi, mulai dari panwascam hingga PTPS. Sebab, fungsi pengawasan dari pemilu sendiri merupakan ranah dari Bawaslu. Dengan demikian, proses pemungutan suara pemilu dapat terlaksana sesuai peraturan yang berlaku.
Selain itu, Dody menambahkan, penyelenggara pemilu baik PTPS maupun Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menjadi ujung tombak Pemilu 2024. Sebab, kedua unsur ini bersentuhan langsung dengan pemilik hak suara.
“Maka dari itu peran baik PTPS maupun KPPS ini menjadi penting. Apalagi keduanya yang berinteraksi langsung saat hari H pemungutan suara pemilu. Sebab, bila terjadi kekosongan dari salah satunya akan sangat berpotensi mengalami cacat hukum,” beber Dody.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Headset Bluetooth 100 Ribuan: Terkenal Murah dan Berkualitas 2024
Cacat hukum yang dimaksud Dody di antaranya bila terjadi konflik di dalam tubuh penyelenggara. Terlebih saat ini merupakan masa rawan karena proses kampanye masih bergulir.
“Karena itu butuh sinergitas berbagai pihak. Pemilu 2024 akan berlangsung dalam hitungan hari. Andai salah satu fungsi macet, misal fungsi pengawasan, maka dikhawatirkan proses pemungutan suara tidak berjalan seperti biasa. Sangat berpotensi rawan kecurangan,” imbuh Dody.
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








