• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. (Foto: Dokumen/UMM) tugu jatim

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. (Foto: Dokumen/UMM)

Cerita Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Pernah Jualan Kerupuk saat Kuliah di UMM

Gigih Mazda by Gigih Mazda
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

PAMEKASAN, Tugujatim.id – Tidak semua mahasiswa menjalani hari-harinya dengan mulus. Apalagi mahasiswa perantauan, yang datang dari jauh, dari desa, tidak punya banyak uang saku untuk kebutuhan makan dan beli buku. Hari-hari mahasiswa yang seperti itu, penuh perjuangan. Tapi tak jarang, tempaan yang seperti itu menjadi bekal berarti di kehidupan nyata pasca studi di kampus.

Seperti cerita Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, alumni Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pria Madura ini pernah menjalani hari-hari yang ‘terjal’ semasa kuliah di kampus putih jas merah tersebut.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Bahkan, pria yang akrab disapa Lora Baddrut ini hampir telat mendaftar kuliah di UMM. Dia bercerita, awalnya Baddrut berada di Yogyakarta. Baddrut pun naik bus dari Yogyakarta ke Malang untuk mendaftar. Waktu itu, pendaftaran di UMM sudah ‘last minute’.

“Alhamdulillah, saya datang ke Malang tepat satu jam sebelum pendaftaraan ditutup,” ucapnya dalam video dokumenter UMM.

Baddrut mengaku kondisi saat itu cukup rumit. Berkejaran dengan waktu, bahkan dia juga kehilangan sejumlah persyaratan pendaftaran. Berkas-berkas yang hilang kata dia, dimungkinkan tertinggal di bus. Karena Baddrut tergesa-gesa.

Gelaran Halal Bihalal Alumni UMM yang bakal digelar pada 12 Juni 2021 ini. (Foto: Dokumen)
Gelaran Halal Bihalal Alumni UMM yang bakal digelar pada 12 Juni 2021 ini. (Foto: Dokumen)

“Yang tersisa tinggal ijazah. Tapi alhamdulillah, berkat nilai rapor yang cukup bagus, saya akhirnya diterima di UMM tanpa melalui tahapan tes,” tuturnya.

Bersyukur bisa kuliah di UMM, Baddrut juga tidak lantas melalui hari-harinya dengan santai. Baddrut belajar dengan gigih dan tekun. Dia sering kali mengunjungi perpustakaan UMM untuk membaca buku. Tentu karena tidak banyak uang yang dia miliki untuk membeli buku-buku yang dia butuhkan.

Apalagi kata Baddrut, dirinya tidak pandai mengatur uang sakunya. Uang kiriman dari orang tuanya sering kali habis di pertengahan bulan. Kadang-kadang kata dia, uang tersebut habis untuk membeli buku yang dibutuhkan dalam proses belajar. Tapi tidak apa-apa menurutnya, karena itu hal yang positif.

Menyiasati hal itu, Baddrut berpikir untuk mendapatkan penghasilan di Malang. Dari kegigihan dan semangatnya, dia pun mencoba jualan kerupuk. Harapannya Baddrut dapat hasil yang bisa jadi uang jajan tambahan, untuk makan dan beli buku. Namun tak disangka, kerja kerasnya lancar dan menguntungkan. Setiap pekan kata Baddrut, dia meraup keuntungan di kisaran Rp 2 juta.

“Hasilnya bisa dibilang cukup banyak. Alhamdulillah, saya bisa sering-sering ajak teman-teman makan-makan di (rumah makan) Pak Soleh,” kata bupati yang juga menjadi Ketua Ikatan Alumni (IKA) UMM Jawa Timur itu.

Namun keasyikan bekerja bagi Baddrut, bukan alasan untuk meninggalkan pelajaran di kelas atau di kampus. Baddrut sendiri terus aktif menggelar diskusi-diskusi dengan teman-teman dan organisasi. Bahkan Baddrut sempat membentuk Lembaga Kajian Islam dan Psikologi bagi mahasiswa bernama, Phenomenom.

Baddrut mengaku, perjalan hidupnya juga tak lepas dari sosok Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP Menko PMK RI yang pernah menjabat sebagai Rektor UMM. Bupati Pamekasan tersebut sering berkunjung ke tempat Prof Muhadjir.

“Saya suka berkunjung ke beliau meski tidak dipanggil. Ya ngobrol, kemudian saya dapat rekomendasi buku dan diminta me-resume. Hal itu sungguh memberi saya manfaat yang luar biasa,” kata mantan Anggota DPRD Jawa Timur itu.

Tidak hanya itu, Prof Muhadjir baginya tauladan yang hebat. Maka untuk menjadi orang yang hebat kata dia, harus pula belajar pada orang yang hebat. Seperti belajar menjaga sikap terhadap orang lain, dan memperlakukan orang dengan baik.

Tags: Bupati PamekasaPamekasanPemkab PamekasaUMMUniveristas Muhammadiyah Malang
Gigih Mazda

Gigih Mazda

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Gedung Graha Widya lantai 2 saat Acara Wisuda le-122 Untag pada Sabtu (27/03/2021). (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

Sejumlah Anggota DPRD Kota Surabaya Positif Covid-19, Eri Cahyadi: Tak Ada Lockdown

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID