SURABAYA, Tugujatim.id – Caleg DPR RI Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sungkono melaporkan dugaan penggelembungan suara di internal partainya. Sikap tersebut disampaikan melalui kuasa hukumnya, Mursyid Mudiantoro di Surabaya pada Minggu (10/3/2024).
Mursyid mengatakan, dugaan pelanggaran penggelembungan suara tersebut terjadi pada formulir C1 pleno dan D hasil wilayah Surabaya, di antaranya di Wonocolo, Wonokromo, Krembangan, Kenjeran, Bulak, Sukolilo, Pabean Cantikan dan Tandes.
“Tadi kita catat dengan pola seperti ini ada beberapa kecamatan dan tindakan itu sudah bisa dikategorikan ke arah tindakan yang masif,” kata Mursyid Mudiantoro di Surabaya pada Minggu (10/3/2024).
Mursyid mengatakan, dugaan penggelembungan suara ini dinilai hanya menguntungkan Caleg PAN, Arrizal Tomliwafa sebagai Caleg DPR RI nomor urut 2.
“Berpengaruh (suara Sungkono) dengan adanya penggelembungan suara tersebut, posisinya Tomliwafa menjadi leader,” ujarnya.
Mursyid menyebut, selisih dugaan penggelembungan suara yang masuk ke Tomliwafa sebanyak 3.500 suara. Angka tersebut, menggeser suara Sungkono yang berpotensi di urutan pertama.
“(Suara Tomliwafa) dikurangi 3.500 dari hasil temuan kami, maka berubah posisinya Pak Sungkono menjadi nomor 1 dan Tomliwafa jadi nomor 2,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, saat ini Sungkono caleg nomor urut 1 mengantongi 65.996 suara. Angka tersebut berada di bawah Tomliwafa yang sejauh ini paling unggul di PAN dengan 69.895 suara.
Pihak Sungkono menilai, dugaan penambahan suara pada Tomliwafa bukan berasal dari partai lain, melainkan dari suara PAN. “Dari internal partai itu sendiri bukan dari partai sebelahnya. Ini pure suara partai. Dari C hasil ke D hasil,” ujarnya.
Diketahui, pihak Sungkono telah melaporkan dugaan penggelembungan tersebut ke KPU Surabaya dan Bawaslu Surabaya. Namun, jika tidak ada tindak lanjut, mereka akan melakukan melaporkan tindakan pengawasan perilaku pihak penyelenggara hingga Mahkamah Konstitusi.
“Kami bisa memberikan penegasan, dugaan sementara pemilu ini menjadi pemilu yang paling brutal. Perilaku kotor untuk memperoleh suara, minimal dibiarkan,” tandasnya.
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Darmadi Sasongko








