JEMBER, Tugujatim.id – Perkembangan teknologi yang pesat, membuat penggunaan alat-alat elektronik, seperti tablet, komputer, dan smartphone, masif digunakan sebagai penunjang kegiatan sehari-hari. Penggunaan berbagai macam jenis perangkat elektronik tersebut, dapat berdampak positif dan membuat produktivitas meningkat, jika dalam penggunaanya dimanfaatkan sebagai penunjang pekerjaan dan belajar.
Tetapi, penggunaan secara kompulsif, khususnya bagi pengguna smartphone atau ponsel pintar, dapat mengganggu pekerjaan, sekolah, bahkan hubungan, saat pengguna sering menghabiskan waktunya di media sosial atau bermain gim. Fenomena tersebut memiliki kaitan yang erat dengan istilah Smartphone Addiction atau kecanduan smartphone.
Melansir dari laman helpguide.org, kecanduan smartphone atau dikenal dengan “nomofobia” merupakan ketakutan secara berlebihan saat berada jauh dari ponsel, sering dipicu oleh masalah penggunaan internet yang berlebihan atau gangguan kecanduan internet.
Pada dasarnya, bukanlah smartphone atau perangkat elektronik lainnya, yang membuat seseorang mengalami kecanduan, melainkan internet yang menghubungkan pengguna dengan berbagai aktivitas, seperti bermain gim, media sosial, dan dunia online lainnya.
Karena itu, kecanduan smartphone sering kali dikaitkan erat dengan berbagai masalah kesehatan mental, seperti pengendalian impuls atau rangsangan, mulai dari informasi yang berlebihan hingga kecanduan konten dewasa.
Selain itu, penggunaan ponsel pintar secara berlebihan dapat menimbulkan gejala mendasar, seperti stres, kecemasan, depresi, bahkan rasa kesepian. Lambat laun, masalah-masalah tersebut dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan dengan keluarga, teman, dan pasangan. Lebih lanjut, dampak buruk kecanduan smartphone dijelaskan sebagai berikut.
1. Informasi Berlebihan
Merambah informasi pada situs web secara berlebihan, memeriksa berita, menonton video, dan bermain gim, dapat menurunkan produktivitas di tempat kerja maupun sekolah sehingga pengguna dapat terisolasi selama berjam-jam untuk kegiatan tersebut dan mengenyampingkan pekerjaan dan proses belajar.
Penggunaan smartphone tersebut dapat membuat pengguna mengabaikan aspek-aspek lain di dalam hidupnya, mulai dari hubungan di dunia nyata hingga hobi maupun berbagai aktivitas lainnya.
2. Kecanduan Konten Dewasa
Penggunaan internet secara kompulsif untuk menonton konten-konten dewasa dan berbagai aktivitas sejenis lainnya, dapat berdampak negatif pada hubungan di dunia nyata dan kesehatan emosional. Internet telah memberikan akses dengan mudah untuk berbagai produktivitas dan bisa berbahaya jika diterapkan dalam mengakses konten-konten tersebut.
Baca Juga: Isi Libur Lebaran dengan Nikmati Glamping di Malang Dreamland, Dijamin Harga Terjangkau!
3. Cenderung Melakukan Aktivitas secara Daring
Seseorang yang kecanduan ponsel pintar, cenderung melakukan berbagai aktivitas secara daring, seperti berbelanja, yang berdampak pada pembelian barang-barang yang tidak tidak dibutuhkan dan mengedepankan keinginan. Selain itu, melalui internet di setiap perangkat elektronik, pengguna dipermudah dalam berbagai kegiatan yang dapat merugikan, seperti perjudian dan perdagangan saham secara ilegal.
4. Meningkatkan Rasa Kesepian dan Depresi
Terlalu berfokus menyelami kehidupan di dalam dunia maya, akan membuat hubungan di dunianya semakin renggang sehingga lambat laun timbul rasa kesepian dan menjadi depresi bagi orang-orang yang kecanduan ponsel pintar.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2014 lalu, menemukan hubungan antara tingginya pengguna media sosial dan kecemasan atau depresi. Khususnya pada remaja, yang cenderung membandingkan diri mereka sendiri dengan teman-temannya di media sosial sehingga dapat menimbulkan rasa kesepian dan depresi.
5. Memicu Rasa Cemas
Penggunaan ponsel pintar yang berlebihan saat bekerja, cenderung membuat seseorang lebih cemas dan berdampak buruk terhadap kinerja maupun penyelesaian tugas-tugasnya. Semakin lama penggunaan ponsel pintar, semakin besar pula rasa cemas yang dialaminya.
6. Meningkatkan Stres
Seseorang dengan kecanduan ponsel pintar, sering kali menghabiskan waktunya untuk kegiatan-kegiatan yang sebenarnya bukan prioritas utamanya. Pengguna yang mengalami kecanduan ponsel pintar, akan terus mendorong dirinya untuk selalu di depan layar ponsel pintarnya. Keadaan tersebut, lama-kelamaan dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari keluarga, teman, dan rekan kerja sehingga dapat memicu timbulnya rasa stres.
7. Gangguan Tidur
Penggunaan ponsel pintar secara kompulsif dapat mengganggu waktu tidur penggunanya. Pengguna ponsel pintar cenderung lupa akan waktunya, ketika sedang asyik berselancar di dunia maya. Hal tersebut berdampak serius terhadap kesehatan mental dan memengaruhi seseorang untuk berpikir jernih sehingga dampak lebih lanjut akan mengurangi keterampilan kognitif dan belajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








