PASURUAN, Tugujatim.id – Hujan deras dengan intesitas tinggi sejak Selasa (9/4/2024) membuat tiga sungai besar di Pasuruan meluap. Sungai tersebut yaitu sungai Welang, sungai Petung, dan sungai Gembong.
Luapan sungai menjelang hari raya Idulfitri 1445 H itu menyebabkankan sejumlah wilayah baik di Kota maupun Kabupaten Pasuruan terendam banjir.
Berdasarkan laporan BPBD Pasuruan, banjir telah menggenangi 6 kecamatan. Lima kecamatan diantaranya berada di wilayah kabupaten, yakni Kecamatan Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rembang hingga Gondangwetan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan bahwa banjir terparah terjadi di Dusun Duyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek.
“Di Pohjentrek banjir sedalam 170 sentimeter atau hampir dua meter,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi Rabu (10/4).
Adapun di wilayah Kota Pasuruan, banjir melanda tiga kelurahan di Kecamatan Gadingrejo. Tiga kelurahan yang terdampak banjir diantaranya wilayah Kelurahan Karangketug, Randusari, dan Krapyakrejo.

Berdasarkan analisa BPBD Kabupaten Pasuruan, banjir disebabkan oleh meluapnya tiga aliran sungai besar di Pasuruan secara bersamaan.
Dua warga dilaporkan menjadi korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi itu. Salah satu korban bernama Anwar Sadad (40), warga Dusun Duyo, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Korban diduga meninggal dunia akibat tersengat listrik.
“Korban meninggal dunia tersengat listrik saat berusaha menyelamatkan ibunya yang terjebak banjir,” jelas Sugeng.
Wakil Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, menjelaskan bahwa banjir paling parah berada di pemukiman warga di Kecamatan Karangketug.
Berdasarkan hasil pemantauan BPBD Kota Pasuruan, genangan air di Karangketug bahkan mencapai lebih dari satu meter.
“Banjir lumayan parah kondisinya di wilayah Karangketuq, karena air laut sedang pasang,” ujar pria yang akrab disapa Mas Adi.

Bencana banjir di Kota Pasuruan ini juga merenggut nyawa seorang korban jiwa. Seorang balita dilaporkan meninggal dunia diduga usai hanyut terbawa arus banjir.
Korban merupakan balita berinisia RF, asal Dusun Rujak Gadung, Kelurahan Karangketug, Kota Pasuruan. Bayi yang masih berusia dua tahun itu ditemukan warga sudah dalam kondisi tak bernyawa.
“Satu anak tenggelam kemarin. Sudah dibawa ke rumah sakit. Kemarin mau dimakamkan tapi pemakaman terendam,” jelas Mas Adi.
Banjir tiga sungai besar ini juga sempat melumpuhkan jalur Pantura di wilayah Pasuruan Raya. Petugas kepolisian sempat memberlakukan pengalihan arus dan penutupan jalan pada Selasa (9/4)
Namun, hingga hari ini, Rabu (10/4/2024), banjir sudah berangsur surut dan akses kendaraan sudah berjalan dengan normal.
Meskipun begitu, BPBD Kabupaten Pasuruan menghimbau agar para pengguna jalan tetap waspada dan berhati-hati saat berpergian selama liburan Hari Raya Idul Fitri 1445 H. Pasalnya BMKG memprediksi cuaca buruk masih berpotensi terjadi selama beberapa hari kedepan.
“Tetap waspada. Karena sesuai prakiraan BMKG, hujan masih terjadi, semoga banjir tidak semakin meluas,” harap Sugeng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Imam A. Hanifah







