• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hari Buruh.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia dari mogok kerja Orde Lama hingga masa Reformasi. (Foto: Freepik)

1 Mei Peringati Hari Buruh, Ini Alasan dan Sejarahnya!

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in News
1
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Tanggal 1 Mei menjadi peringatan Hari Buruh Internasional atau biasa dikenal May Day. Bahkan, peringatan ini juga ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan pekerja dalam memperjuangkan hak-hak keadilan dan perlindungan yang layak.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

Sejarah Hari Buruh

Sebelum abad ke-19, istilah Hari Buruh atau May Day merujuk pada pergantian musim semi di Amerika Serikat. Hari pekerja internasional ini sebagai perayaan delapan jam kerja sehari. Padahal waktu itu kondisi Amerika Serikat tampak sangat buruk di sektor industrinya. Sehingga, mengharuskan pekerja bekerja dua kali lipat lebih lama atau 16 jam sehari dengan gaji yang kecil.

Bahkan, tanpa jaminan kesehatan dan keselamatan harus dijalani oleh para pekerja kala itu. Tahun 1886 sebuah gerakan perjuangkan hak-hak pekerja mulai bermunculan. Hingga 1 Mei 1886, ribuan pekerja di seluruh Amerika Serikat mogok kerja sebagai bentuk protes.

Baca Juga: Bambang Pramujati Resmi Dilantik Jadi Rektor ITS Surabaya, Ini Profilnya!

Tanggal 3 Mei 1886, setelah berlangsung 3 hari mogok kerja terjadi bentrok antar polisi dan demonstran. Akibatnya, para pekerja dan aktivis hak pekerja ditangkap, kejadian ini dikenal sebagai Tragedi Haymarket.

Tahun 1889, sebuah konferensi internasional di Paris mengadakan peringatan perjuangan hak pekerja. Hasilnya pada 1 Mei diperingatilah Hari Buruh Internasional.

Abad 20 hari libur 1 Mei mendapatkan pengesahan resmi dari Uni Soviet, sekaligus dirayakan sebagai Hari Solidaritas Buruh Internasional. Namun, Amerika Serikat merayakan di hari Senin pertama bulan September, sebab 1 Mei merupakan hari loyalitas, dan hari libur resti tidak diakui secara luas.

Hari Buruh di Indonesia

Hari buruh menjadi sebuah simbol perjuangan kemerdekaan, demokrasi, persamaan, dan keadilan hak pekerja. Di Indonesia, Hari Buruh pertama kali dirayakan pada 1 Mei 1920 pada saat serikat buruh dan pekerja melakukan aksi demonstrasi mogok kerja dan memperjuangkan hak keadilan.

Pada saat itu, Indonesia masih di bawah kolonialisme Belanda sehingga kondisi di sektor perkebunan dan industri sangat buruk. Ditambah lagi seringnya pekerja mengalami eksploitasi dan penindasan, upah kerja sangat rendah, kerja yang tidak manusiawi, dan tidak ada jaminan keselamatan dan kesehatan.

Akan tetapi, peringatan ini sempat terhenti di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto karena dinilai identik paham komunis. Masa Orde Baru masih digaungkan protes pekerja namun tidak masif.

Baca Juga: Geger! Isukan Larangan Warung Madura Buka 24 Jam, Pedagang dan BNPM Kota Malang Buka Suara

Hingga masa reformasi, Hari Buruh kembali dirayakan dengan tuntutan kesejahteraan hingga penghapusan sistem alih daya. Presiden BJ Habibie, presiden pertama reformasi melakukan ratifikasi konvensi ILO nomor 81 tentang kebebasan berserikat buruh.

1 Mei 2013, terciptalah sejarah Hari Buruh di Indonesia sebagai hari penting dan bersejarah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemudian menetapkan sebagai hari libur nasional.

Dengan demikian, Hari Buruh merupakan salah satu momentum pekerja untuk menuntut hak upah, jam kerja, upah layak, cuti, dan tunjangan hari raya (THR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Sinta Ayudiya

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Hari Buruh 2024hari buruh di malangHari Buruh InternasionalPeringatan Hari BuruhSejarah Hari Buruh
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Liburan panjang.

Lesu di Kantor usai Liburan Panjang? Yuk Bangkitkan Semangat dengan 7 Tips Jitu Ini Dijamin Full Energi

Comments 1

  1. Pingback: Tingkatkan Kesehatan, Pemkab Tuban Turunkan Angka Stunting 2023 Menjadi 17,8 Persen  - Tugujatim.id

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID