MALANG, Tugujatim.id – Wujud komitmen Universitas Negeri Malang (UM) untuk mengambil peran dalam pengurangan dampak perubahan iklim terus dilakukan. Selain berfokus pada penghijauan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kampus, UM juga mengembangkan beberapa kegiatan di wilayah laboratorium alam maupun wilayah mitra, salah satunya di wilayah Science Techno Park (STP) Dilem Wilis, Trenggalek.
Prof. Markus Diantoro, M.Si, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UM dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kolaborasi tersebut merupakan wujud komitmen UM peduli lingkungan.
Sementara Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Trenggalek menyampaikan ucapan terima kasih kepada UM yang selama 3 tahun terakhir telah berkegiatan bersama melalui kegiatan penelitian dan pengabdian.
Dalam sambutannya, Mulyahandaka, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Trenggalek juga menyampaikan semoga kolaborasi pengembangan arboretum bambu ini semakin meningkatkan jejaring kerja sama UM dan Kabupaten Trenggalek.

Pertemuan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2024 bertempat di ruang seminar UM telah disepakati program kolaborasi untuk pengembangan Arboretum Bambu. Bambu dipilih karena memiliki fungsi konservasi dan ekonomi. Saat ini, bambu di Kabupaten Trenggalek telah berkembang dan memberikan dampak positif terhadap masyarakat.
Diskusi antara LPPM UM dan Pemda Kabupaten Trenggalek dihadiri oleh Ketua LPPM, Sekretaris LPPM, Kepala Pusat serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Trenggalek, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, dan Badan Perencanaan Pembangunan banyak membahas mengenai nilai kebermanfaatan bambu dari mulai hulu (rebung) hingga hilir (serat bambu). Selain itu, bambu juga memiliki peran untuk konservasi air.
Selama diskusi juga membahas mengenai karakteristik tanah serta morfologinya. Hal ini penting karena dalam pengembangan bambu harus mempertimbangkan kondisi geofisik wilayah, sehingga perencanaan zonasi area penanaman juga menjadi salah satu fokus pembahasan.
Kajian geofisik menjadi bagian penting agar tujuan dari pengembangan arboretum bambu ini dapat dicapai secara maksimal. Beberapa pusat studi yang berkaitan langsung terkait rintisan kolaborasi ini yaitu Pusat Studi Lingkungan, Mitigasi dan Kebencanaan, Pusat Studi Kesehatan dan Pangan, Pusat Studi Sumberdaya Wilayah serta Pusat Studi Gender dan Kependudukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : LPPM UM/ Heni








