SITUBONDO, Tugujatim.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Situbondo bergegas mematangkan persiapan pembukaan Kampus 7 Polije di Kabupaten Situbondo.
Langkah ini menjadi upaya memperluas akses pendidikan vokasi sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia yang selaras dengan potensi daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., dan Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di Pendopo Kabupaten Situbondo, Senin (20/7/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan kedua belah pihak untuk menghadirkan kampus vokasi negeri pertama di Kabupaten Situbondo.
Selain membahas kesiapan pembukaan kampus, keduanya juga mematangkan sarana dan prasarana sebagai syarat pengajuan izin operasional kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca Juga : Polije Perluas Akses Pendidikan Tinggi, Anak Sabu Raijua Tak Perlu Merantau
Persiapan Perizinan Operasional Kampus
Direktur Polije, Saiful Anwar, berharap seluruh tahapan administrasi dan persiapan di lapangan dapat berjalan sesuai rencana sehingga Kampus 7 Polije segera beroperasi.
“Target kami, Kampus 7 Polije di Situbondo sudah mulai aktif paling lambat pada tahun depan (2027),” ujarnya.

Ia menegaskan, Polije akan mengawal seluruh proses perizinan agar pembukaan kampus dapat terealisasi sesuai target.
“Kerja sama ini menjadi langkah besar. Dengan demikian, kami dapat memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas bagi masyarakat Situbondo,” tambahnya.
Program Studi Disesuaikan Potensi Daerah
Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh terhadap pembukaan Kampus 7 Polije. Menurutnya, kehadiran kampus tersebut akan menjadi tonggak baru bagi pengembangan pendidikan tinggi di Situbondo.
Sebagai tahap awal, Pemkab Situbondo telah menyiapkan lokasi sementara di pusat kota untuk memenuhi persyaratan operasional. Sedangkan pembangunan kampus permanen direncanakan berada di wilayah Besuki.

“Kehadiran Kampus 7 Polije ini menjadi motor penggerak utama pembangunan daerah. Karenanya, pendidikan vokasi mampu menghasilkan lulusan siap kerja,” kata Mas Rio.
Ia menambahkan, program studi yang akan dibuka disesuaikan dengan potensi unggulan Situbondo agar mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Kami memprioritaskan program studi pertanian, perikanan, perkebunan tebu, kopi, dan tembakau. Semua untuk mendukung kebutuhan industri daerah,” pungkasnya.
Dengan hadirnya Kampus 7 Polije, masyarakat Situbondo diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan vokasi berkualitas tanpa harus menempuh pendidikan di luar daerah.
Kehadiran kampus ini juga diproyeksikan mampu mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Feni Yusnia
Editor: Mochamad Abdurrochim








