• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rumah Tapera

Ilustrasi rumah hasil simpanan Tapera (Foto: Unsplash.com)

Karyawan di Surabaya Tolak Pemotongan Gaji Simpanan Tapera

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Bisnis, Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kebijakan baru dari pemerintah untuk pemotongan gaji simpanan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebesar Rp3 persen mendapat penolakan banyak pihak, salah satunya dari karyawan di Surabaya.

Perempuan berinsial SF berkerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Surabaya mengaku keberatan atas adanya PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera tersebut.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

“Saya keberatan. Sebagai generasi sandwich, biaya hidup banyak dan nabung aja susah. Iya kalau dapat rumah kalau dapat ‘hikmahnya’ gimana,” katanya, Kamis (30/05/2024).

Jaminan keamanan simpanan dana juga bisa berpotensi disalahgunakanan oleh sejumlah pihak, sehingga dirasa kurang relevan jika diterapkan di Indonesia.

“Potensi korup ada, potensi untuk rugi di kita juga ada, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” imbuhnya.

Selain itu, menurutnya jika dihitung secara logika, berdasarkan gaji UMK Kota Surabaya sebesar Rp4.725.479 dan dipotong setiap bulannya sebesar 3 persen menjadi Rp 141.764,91 kemungkinan tidak akan menutup harga rumah di Surabaya dalam kurun waktu 40 tahun hanya akan mendapat Rp68 juta.

“Nggak nutup. Bener kata orang-orang, kalau lek dihitung yang kekumpul tidak cukup buat beli rumah harga rumah. Sekarang aja Rp250 juta, itu minimal banget. Nah memangnya beberapa tahun ke depan apakah harganya segitu?” ucapnya.

SF berharap, pemerintah mempertegas kebijakan tersebut terutama dari segi pengimplementasinnya.

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kota Surabaya H. M. Ali Affandi La Nyalla M. Mattalitti mengatakan kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada pekerja tetapi juga kelompok pengusaha. Karena dapat mempengaruhi fluktuatif ekonomi.

“Bagi BUMN, Polri mungkin tidak terlalu berampak karena mereka tidak mengalami fluktuatif ekonomi. Tapi bagi swasta, semua mengalami dampak yang sama. Apalagi, saya baca sekilas kalau nggak ikut Tapera diperingatkan oleh BP (Badan Pengelola) Tapera,” katanya.

Selain itu, Ali Affandi juga mengungkapkan jika potongan 3 persen untuk pembelian rumah dengan simpanan Tapera 40 tahun ke depan apabila menghitung besaran UMK Kota Surabaya saat ini juga kurang begitu relevan dengan harga rumah di masa depan.

“Seperti di Australia, seluruh warganya dapat subsidi dari pemerintah sebesar 500 juta, setiap pembelian rumah pertama. Apakah mekanisme yang dilakukan di Australia, apakah relevan sama dengan di Surabaya?kondisinya berbeda,” ujarnya.

Sehingga, dia berharap agar pemerintah mengkaji ulang PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tapera. Serta, disosialisasikan oleh pemerintah bersama para pengusaha.

“Mekanismenya belum jelas. Kalau dihitung secara bisnis, masih belum nyambung dihitung dipotong 3 persen dengan harga rumah di masa depan harga segitu masih belum tahu. Apakah bentuknya rusun, kita nggak tahu,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Izzatun Najibah

Editor : Darmadi Sasongko

Tags: Kota SurabayaSurabayaTapera
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

BNN

BNN Ungkap Kronologi Penggerebekan Gudang Vape Narkotika di Gresik, Kejar Pelaku Lain dalam Jaringan

by Mochamad Abdurrochim
02/07/2026 9:54 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap kronologi penggerebekan gudang penyimpanan narkotika dalam bentuk cairan rokok elektrik (vape)...

BNN

BNN Sita 3,37 Ton Cannabis Buds di Gresik, Sindikat Internasional Thailand Bidik Pasar Vape Indonesia

by Mochamad Abdurrochim
02/07/2026 5:23 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur,...

Next Post
Unikama dan Supreme Law Firm

Unikama dan Supreme Law Firm Kolaborasi Bangun Mini Perpustakaan Guna Tingkatkan Literasi Hukum

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID