• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Brambang

Buruh tani memanen dini bawang merah yang tengah diserang hama ulat. Foto Rochim

Petani Bawang Merah di Tuban Rugi Puluhan Juta Rupiah Akibat Hama Ulat

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Petani Bawang Merah di Tuban mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat serangan hama ulat. Tanaman yang dirawat dan ditunggu-tunggu selama sekitar tiga bulan gagal tanpa memberikan hasil.

Petani bawang merah di Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban mengalami kerugian setelah tanaman bawang merah mereka rusak akibat serangan hama ulat yang meluas. Hama ulat diketahui sangat merusak, mulai dari daun hingga umbi menjadi sasaran, yang menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan sehat, bahkan mati.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Brambang

Salah satu petani, Samsul mengatakan, serangan hama ulat terjadi sejak sebulan lalu. Awalnya hanya beberapa tanaman yang diserang, tetapi dalam waktu singkat menyebar hampir ke seluruh tanaman yang lain.

Setelah itu diikuti tanaman yang mengering dan tidak bisa tumbuh secara maksimal. Jika terus dibiarkan maka tanaman akan membusuk. Karena itu harus segera dipanen, meski sebenarnya belum saat saatnya.

“Ini kita panen lebih awal mas. kalau dibiarkan kerugian akan semakin membengkak. Karena bawang akan busuk dan tidak bisa dijual,” katanya.

Kondisi ini membuat hasil panen merosot dratis. Jika biasanya sepetak lahan dengan luas 600 Meter persegi bisa menghasilkan hingga 3 Ton. Kini di luar prediksi, hasil panen menyusut sampai 70 Persen atau sekitar 1 ton saja.

Bawang Merah
Buruh tani memanen dini bawang merah yang tengah diserang hama ulat. Foto Rochim

“Biaya sampai Rp100.000.000, hasil panennya tidak sampai paling hasilnya ini cuma Rp30.000.000. Sudah dikasih obat hama tapi tidak efektif, masih banyak ulatnya,” terangnya.

Samsul mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk mengendalikan hama, termasuk menggunakan pestisida. Tapi hasilnya tetap tidak memuaskan. Padahal, saat ini harga bawang merah di pasaran sedang tinggi. Namun saat harga bagus ternyata tidak bisa ikut merasakan.

“Kalau di petani, sekarang dikisaran Rp35 ribu per kilogram mas,” tandasnya.

Serangan hama ulat menyebabkan gagal panen dan menjadi pukulan berat bagi para petani bawang merah di Tuban. Apalagi selama ini mengandalkan hasil sawah sebagai sumber penghidupan utama. Kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter : Mochamad Abdurrochim

Editor : Darmadi Sasongko

Tags: Kabupaten TubanTuban
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Western Sydney University

Western Sydney University Buka 5 Prodi di Surabaya Mulai September

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID