TUBAN, Tugujatim.id – Petani Bawang Merah di Tuban mengalami kerugian puluhan juta rupiah akibat serangan hama ulat. Tanaman yang dirawat dan ditunggu-tunggu selama sekitar tiga bulan gagal tanpa memberikan hasil.
Petani bawang merah di Desa Kembangbilo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban mengalami kerugian setelah tanaman bawang merah mereka rusak akibat serangan hama ulat yang meluas. Hama ulat diketahui sangat merusak, mulai dari daun hingga umbi menjadi sasaran, yang menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan sehat, bahkan mati.

Salah satu petani, Samsul mengatakan, serangan hama ulat terjadi sejak sebulan lalu. Awalnya hanya beberapa tanaman yang diserang, tetapi dalam waktu singkat menyebar hampir ke seluruh tanaman yang lain.
Setelah itu diikuti tanaman yang mengering dan tidak bisa tumbuh secara maksimal. Jika terus dibiarkan maka tanaman akan membusuk. Karena itu harus segera dipanen, meski sebenarnya belum saat saatnya.
“Ini kita panen lebih awal mas. kalau dibiarkan kerugian akan semakin membengkak. Karena bawang akan busuk dan tidak bisa dijual,” katanya.
Kondisi ini membuat hasil panen merosot dratis. Jika biasanya sepetak lahan dengan luas 600 Meter persegi bisa menghasilkan hingga 3 Ton. Kini di luar prediksi, hasil panen menyusut sampai 70 Persen atau sekitar 1 ton saja.

“Biaya sampai Rp100.000.000, hasil panennya tidak sampai paling hasilnya ini cuma Rp30.000.000. Sudah dikasih obat hama tapi tidak efektif, masih banyak ulatnya,” terangnya.
Samsul mengaku sudah mencoba berbagai cara untuk mengendalikan hama, termasuk menggunakan pestisida. Tapi hasilnya tetap tidak memuaskan. Padahal, saat ini harga bawang merah di pasaran sedang tinggi. Namun saat harga bagus ternyata tidak bisa ikut merasakan.
“Kalau di petani, sekarang dikisaran Rp35 ribu per kilogram mas,” tandasnya.
Serangan hama ulat menyebabkan gagal panen dan menjadi pukulan berat bagi para petani bawang merah di Tuban. Apalagi selama ini mengandalkan hasil sawah sebagai sumber penghidupan utama. Kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor : Darmadi Sasongko








