SURABAYA, Tugujatim.id – Koordinator Green Nord Husein Ghozali memberikan keterangan usai terdapat aksi vandalisme pemecahan kaca KA Pasundan yang diduga dilakukan oleh oknum suporter di Surabaya.
Seperti diketahui, hingga saat ini pelaku oknum vandalisme tersebut belum diketahui dan ditahan. Pihak KAI Daop 8 Surabaya dan kepolisian tengah memburu pelaku yang memecahkan kaca KA Pasundan tersebut pada Kamis malam (30/05/2024).
Husein Ghozali atau yang akrab disapa Cak Cong tersebut juga tidak mengetahui siapa pelakunya. Namun, dia ingin mengajak suporter sepak bola di Surabaya untuk menjaga kondusivitas.
Terlebih, dia berpesan kepada suporter Persebaya, Bonek untuk menjaga nama baik Kota Pahlawan agar tidak terprovokasi dengan hal-hal negatif dari pihak luar.
Baca Juga: 6 Ide Potongan Rambut Wajah Diamond Pria Terbaru 2024, Look Haircut Kamu Makin Maskulin dan Cakep
“Ayo lur di Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-731 ini mari jaga konduktivitas Kota Surabaya. Kami selalu bersinergi, jangan terprovokasi dengan hal-hal yang negatif dan merusak citra Surabaya dan Bonek. Jaga nama baik Surabaya,” katanya pada Jumat (31/05/2024).
Diduga, aksi tersebut ditengarai oleh kedatangan oknum Bandung ke Jawa Timur. Sebab, Persib Bandung akan melakoni final leg kedua Liga 1 2023/2024 di kandang Madura United, Jumat malam (31/05/2014).
Namun, PSSI sendiri telah menegaskan bahwa suporter tim tamu dilarang away ke kandang tuan rumah selama laga Liga 1 2023/2024 berlangsung.
Diberitakan sebelumnya, aksi vandalisme tersebut terjadi saat KA Pasundan melintas di JPL 5, KM 3+7/8, antara Stasiun Gubeng-Stasiun Surabaya Kota di Jalan Ambengan, Surabaya, Kamis (30/05/2024), sekitar pukul 23.54 WIB.
Sejauh ini, kerugian material yang diterima pihak KAI berupa kerusakan kaca yang pecah di tujuh sarana kereta ekonomi KA Pasundan. Dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, terdapat dua penumpang yang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan.
“2 penumpang luka ringan ada di pipi dan pergelangan tangan. Dan sudah diobati saat itu juga,” tegas Manajer Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








