• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kembang sambiloto

Proses pembuatan batit tulis kembang sambiloto oleh pengrajin. Foto dok. Pertamina EP Field Sukowati

Guru TK di Bojonegoro Ciptakan Motif Batik Kembang Sambiloto, Karyanya Mendunia

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Seorang guru Taman Kanak-Kanak (TK) di sebuah desa kecil di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berhasil mencuri perhatian lewat karyanya. Tatik (51) menciptakan motif batik unik yang diberi nama Kembang Sambiloto.

Tatik mengaku tertarik pada dunia batik sejak lama, terutama berurusan dengan motif dan cerita di balik motif kain tradisional tersebut. Ketertarikannya itu semakin mendapat kesempatan, saat suatu waktu mendapat tawaran pelatihan membatik.

You might also like

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

05/06/2026 8:55 AM
Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

04/06/2026 9:30 PM

“Dulu ngontel. Karena memang ingin mempunyai teman banyak dan berkreasi untuk menghasilkan karya,” kisah Tatik.

Hingga akhirnya dari pelatihan tersebut berdirilah kelompok dengan mengajak keluarga, tetangga dan teman untuk belajar membatik bersama-sama. Seiring berjalannya waktu, setiap karya yang dihasilkan berusaha dijajakan kepada pembeli untuk sekaligus memperkenalkan kepada khalayak.

Namun, saat Pandemi Covid-19 tidak mendapat pemasukan, karena barang yang dihasilkan tidak terjual. “Kelompok juga sempat bubar mas. Karena tidak pemasukan sama sekali,” terangnya.

Batik Kembang Sambiloto
Proses pembuatan batit tulis kembang sambiloto oleh pengrajin. Foto dok. Pertamina EP Field Sukowati

Kabar baik menghampirinya, saat mendapat informasi dari Pemerintah Desa setempat bahwa PF Pertamina EP Field Sukowati memberikan dampingan dan pelatihan untuk pengembangan ekonomi masyarakat desa. Saat itu diberi pelatihan, modal dan pemasaran.

“Untungnya kita dapat angin segar. Dapat bantuan juga pendampingan untuk bisa bangkit lagi,” terangnya.

Kecintaannya pada batik semakin mendalam ketika Tatik menjadi guru TK di desanya. Ia melihat bahwa anak-anak tidak hanya perlu diajari membaca dan menulis, tetapi juga diperkenalkan pada kekayaan budaya lokal. Karena itu kemdudian diperkenalkan butik tulis lewat kelas kepada anak-anak dan masyarakat lainnya.

“Membuat kelas batik kepada anak sekolah. Menularkan pengetahuan budaya batik,” tandasnya.

 

Inpirasi motif Batik Tulis kembang Sambiloto

Inspirasi motif batik Kembang Sambiloto berasal dari tanaman Sambiloto, yang banyak tumbuh di desa. Sambiloto sendiri dikenal dengan khasiatnya sebagai obat herbal dalam pengobatan tradisional.  Tanaman Sambiloto memiliki bunga indah dan unik, yang kemudian menjadi inspirasi Tatik menjadikan sebagai motif batik.

“Banyak tumbuh di sekitar kita yang namanya Sambiloto itu, mengambil nilai filosofi dari daun sambiloto yang bisa dijadikan obat. Selain itu Kelompok batik Sambiloto mengenalkan desa juga produk batiknya,” terangnya.

Proses produksi awal batik motif Kembang Sambiloto membutuhkan waktu berbulan-bulan dari mengamati bentuk dan struktur bunganya. Berbagai sketsa dibuat hingga menemukan pola yang tepat.

Selama proses tersebut, Tatik melibatkan murid-muridnya. Anak-anak didiknya diajak untuk mengenal tanaman Sambiloto, menggambar bentuk-bentuk bunga, bahkan mencoba membuat batik sederhana.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal budaya batik, tetapi juga memahami pentingnya alam dan tanaman lokal. Dengan cara ini, mereka belajar mencintai dan melestarikan warisan budaya dan lingkungan mereka sendiri,” ujarnya.

Motif Kembang Sambiloto mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Bojonogoro memberikan apresiasi kepada Tatik atas usahanya melestarikan budaya lokal. Motif tersebut juga dipamerkan dalam berbagai acara kebudayaan, termasuk festival batik nasional.

“Alhamdulillah kita sudah punya hak paten merk batik kembang Sambiloto. Serta hak cipta 9 motif batik khas Bojonegoro,” terangnya.

Saat ini kelompok sanggarnya telah menjadi salah satu outing kelas batik di Bojonegoro bagi pelajar. Karya batiknya juga semakin dikenal, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi merambah pasar internasional.

Tatik berharap dapat mengajarkan teknik membatik dan memperkenalkan motif ini kepada lebih banyak orang, terutama generasi muda. Sehingga seni batik tidak hanya dilestarikan, tetapi juga terus berkembang dan berinovasi.

“Kami ingin batik Kembang Sambiloto menjadi salah satu simbol kekayaan budaya Bojonegoro. Melalui batik, kita bisa menceritakan banyak hal tentang sejarah, alam, dan kehidupan sehari-hari kita. Saya berharap motif ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berkarya dan mencintai budaya kita,” katanya.

Sementara itu, SM Relation Regional 4 Pertamina EP, Erika Fitri menyampaikan perusahaannya selalu berupaya memberikan nilai manfaat semaksimal mungkin kepada pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di sekitar wilayah operasi. Perusahaan ingin operasi Migas memberikan multiplier effect termasuk pengembangan ekonomi dan kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal.

“Saya sangat bangga saat ini ibu-ibu anggota kelompok memiliki kegiatan produktif dan bisa mendukung perekonomian keluarga,” sambungnya.

Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk guyub dan rukun sehingga menjadi modal social dimana mereka saling tolong menolong satu dengan lainnya.

 

Program ini adalah program liputan untuk mendukung wirausaha lokal tumbuh dan berkembang. Supported by Paragon Corp (Wardah, Emina, Kahf, Make Over, Puteri, Biodef dan lain-lain).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Mochamad Abdurrochim 

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: BojonegoroPertamina EP
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Marketing FYP TikTok

Strategi Marketing FYP TikTok 2026, Cara Brand Menarik Perhatian Konsumen dalam Hitungan Detik

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 9:30 PM
0

Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus konten yang muncul setiap hari di TikTok, perhatian pengguna menjadi sesuatu yang sangat berharga....

Bawang Merah

Harga Bawang Merah di Probolinggo Tembus Rp65 Ribu, Dipicu Permintaan Iduladha

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 8:13 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih bertahan tinggi usai Hari Raya Iduladha 2026. Di sejumlah pasar...

Bojonegoro

Jasa Jagal Hingga Las Hewan Kurban, Ramai Diburu Saat Iduladha di Bojonegoro

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 8:14 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi sejumlah warga di Kabupaten Bojonegoro. Tidak hanya pedagang hewan...

Next Post
judi

Pelaku Judi Sabung Ayam di Warung Rujak Pasuruan Berlarian ke Sungai dan Tinggalkan Sepeda Motor

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID