JEMBER, Tugujatim.id – Bupati Cup 2024 menjadi ajang unjuk kemampuan para pelajar di Kabupaten Jember, mulai dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat pada cabang olahraga tradisional.
Tidak hanya menjadi perhelatan olahraga, Kejuaraan Olahraga Tradisional Bupati Cup 2024 kali ini menjadi panggung untuk menjaring bibit unggul atlet olahraga tradisional. Nantinya, para atlet terpilih berkesempatan mengikuti perlombaan di tingkat daerah hingga nasional.
Setidaknya, ada empat kategori nomor lomba dalam kejuaraan olahraga tradisional kali ini, seperti terompah panjang (beregu umum putra), egrang (beregu pelajar putra), dagongan (beregu pelajar putri), dan hadang atau biasa dikenal dengan sebutan gobak sodor (beregu pelajar putri).
Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) menjadi penyelenggara kegiatan olahraga tradisional kali ini, di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi), bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember.
Adapun panitia penyelenggara terdiri dari guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (Penjaskes) di Kabupaten Jember yang memiliki atlet di bidang olahraga tradisional. Perhelatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (11/06/2024) hingga Rabu (13/06/2024) di Lapangan Sukorejo, Kecamatan Sumbersari.
Ketua Panitia Penyelenggara Kejuaraan Olahraga Tradisional Bupati Cup 2024 Ahmad Ro’ib menjelaskan jumlah total peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut mencapai 400 pelajar, bahkan ada peserta dari luar kota, seperti Bondowoso dan Surabaya.
“Kami mengundang peserta dari Bondowoso dan Surabaya untuk dijadikan barometer calon atlet olahraga tradisional di Kabupaten Jember, melihat peserta dari Bondowoso sempat tampil di ajang Fornas (Festival Olahraga Rekreasi Nasional),” ujar Ahmad Ro’ib.
Baca Juga: Link Pengumuman SNBT 2024 Hari Ini, Lengkap dengan Cara Cek dan Download Sertifikat Hasil UTBK!
Dia menegaskan, ajang tersebut sebagai upaya menjaring bibit unggul di bidang olahraga tradisional sebagai persiapan untuk ikut serta di Festival Olahraga Rekreasi Daerah (Forda) hingga Fornas 2025.
“Harapan kami melalui kompetisi ini nantinya dapat lahir bibit unggul yang bisa kami bawa untuk kejuaraan Forda di Surabaya dan Fornas di Nusa Tenggara Barat tahun depan,” terang pria berusia 60 tahun itu.
Tidak hanya itu, melalui kejuaraan tersebut, juga sebagai ajang untuk melestarikan olahraga tradisional Indonesia. Ahmad Ro’ib menegaskan, olahraga tradisional saat ini semakin tergerus dengan adanya perkembangan teknologi.
“Anak zaman sekarang ini, sukanya main game online di handphone pintarnya. Karena itu dengan adanya kompetisi ini, mereka dapat mengenal permainan tradisional yang menjadi warisan turun temurun di Indonesia,” ujar Ahmad Ro’ib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








