MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Jumlah Jemaah Haji Kabupaten Mojokerto Meninggal Dunia di Tanah Suci bertambah satu orang. Jemaah haji tersebut berasal dari kelompok terbang (Kloter) 65 Kabupaten Mojokerto.
Jemaah haji yang meninggal dunia tersebut bernama Muchammad Shochib. Jemaah kloter 65 Kabupaten Mojokerto ini dinyatakan secara medis menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (20/6/2024) di rumah sakit Awwad Al Bisri, Arab Saudi pukul 20.00 Waktu Arab Saudi. Keterangan dari Kemenag Kabupaten Mojokerto menyebutkan bahwa Muchammad Shochib sempat mengalami sakit sesak nafas sejak Selasa (18/6/2024) saat berada di tenda Mina .
“Beliau (Muchammad Shochib) sebelumnya dirawat di tenda Mina lalu dirawat di klinik hotel selama 2 hari. Kondisi beliau belum ada tanda-tanda positif selanjutnya dirujuk ke rumah sakit Awwad Al Bisri dan meninggal dunia secara medis,” kata Kasi Penyelengaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, Nur Rokhmad, Sabtu (22/6/2024).
Jenazah Muchammad Shochib kemudian disalati di Masjidil Haram dan dimakamkan di Taman makam Shoraya, Arab Saudi. Muchammad Shochib menjadi jemaah kedua asal Kabupaten Mojokerto yang meninggal dunia saat berhaji.
Satu jemaah haji asal Kabupaten Mojokerto dari kelompok terbang (kloter) 66 atas nama Maulan bin Durajak meninggal dunia.
Nur Rokhmad melanjutkan, almarhum Maulan bin Durajak tiba di Tanah Suci pada Kamis (30/5/2024) silam. Pasca tiba di Arab Saudi, seharusnya almarhum Maulan melaksanakan ibadah umrah wajib, namun almarhum Maulan menolak.
“Namun, akhirnya pada esok harinya, almarhum Maulan didampingi oleh petugas kloter serta pembimbing haji bersama beberapa jemaah lansia lainnya berhasil melaksanakan ibadah umroh wajib,” beber Nur Rokhmad.
Selang beberapa saat selepas ibadah umrah wajib, almarhum Maulan sempat berkeinginan untuk pulang lebih awal ke Indonesia. Kemudian pada Jumat (31/5/2024), almarhum Maulan dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah karena dimensia.
“Setelah perawatan berjalan, almarhum Maulan lalu berpindah dan dirujuk ke RS An Nur pada Senin (3/6/2024) diiringi dengan penurunan kesadaran. Saat berada di RS An Nur, jemaah mengalami infeksi paru-paru kemudian diberikan alat bantu pernafasan. Namun kondisi tidak membaik, sehingga jemaah dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (11/6/2024) pukul 09.57 Waktu Arab Saudi,” urai Nur Rokhmad.
Maulan bin Durajak meninggal dunia pada usia 81 tahun. Jasad almarhum Maulan disalatkan di Masjidil Haram serta dimakamkan di pemakaman Syuhada Harom Syariah, Makkah, Arab Saudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








