PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan bernama Nugroho Priyo Wicaksono mengakui bahwa cerita dirinya menjadi korban begal hanyalah rekayasa.
Sebelumnya, peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah Nugroho mengaku menjadi korban pembegalan disertai pembacokan oleh orang tidak dikenal di kawasan Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan.
Baca Juga: Viral “Pocong Begal” Resahkan Warga, Polres Batu Pastikan Hoaks
Peristiwa itu terjadi pada Senin (01/06/2026), sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu korban mengaku baru saja mengantar istrinya pulang setelah menjalani tugas piket di RSUD Waluyo Jati Kraksaan.
Informasi yang beredar menyebut korban kehilangan motor dan mengalami luka akibat dibacok pelaku. Kabar tersebut sempat membuat warga resah karena lokasi kejadian berada di kawasan yang cukup ramai dilalui masyarakat.
Polisi Temukan Kejanggalan
Namun setelah diselidiki, polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan yang diberikan korban. Hasil pemeriksaan akhirnya mengarah pada fakta bahwa peristiwa pembegalan tersebut tidak pernah terjadi.
Kanit Reskrim Polsek Kraksaan Iptu Djuwantoro Setiyowadi mengatakan yang bersangkutan telah mengakui sendiri bahwa laporan yang dibuatnya tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

“Yang bersangkutan sudah mengakui laporan tersebut tidak benar. Saat ini masih kami dalami terkait motif dan kronologi sebenarnya,” ujarnya pada Rabu (03/06/2026).
Polisi juga menelusuri asal luka yang sebelumnya diklaim sebagai akibat pembacokan oleh pelaku begal. Dari hasil pemeriksaan sementara, luka tersebut diduga bukan disebabkan oleh orang lain.
“Dugaan sementara luka menggunakan benda tajam seperti silet. Yang bersangkutan tenaga kesehatan sehingga memahami titik luka,” jelasnya.
Motor Ayah Dijual, Luka Dibuat Sendiri
Dalam keterangannya kepada polisi, Nugroho mengaku telah menjual sepeda motor Honda Beat milik ayahnya seharga Rp1,5 juta. Uang hasil penjualan kendaraan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Hasil penjualan sepeda motor itu saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Untuk menutupi perbuatannya, Nugroho kemudian menyusun skenario seolah-olah dirinya menjadi korban pembegalan. Dia bahkan nekat melukai dirinya sendiri menggunakan silet agar ceritanya terlihat meyakinkan.
Baca Juga: Teror Begal di Lumajang, Ibu Penjual Sayur Tewas Dibacok
“Saya melukai tangan dan kepala saya sendiri menggunakan silet, kemudian meminta bantuan seseorang yang tidak saya kenal untuk diantar berobat ke RS Waluyo Jati Kraksaan,” ujarnya.
Nugroho mengaku tindakan tersebut dilakukan karena terdesak persoalan ekonomi keluarga.
“Saya membuat cerita palsu telah dibegal karena kebutuhan ekonomi keluarga,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan aparat kepolisian atas informasi yang sempat membuat kegaduhan.
“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Probolinggo dan kepada kepolisian, khususnya Polres Probolinggo, atas informasi yang tidak benar tersebut,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Umi Kulsum
Editor: Dwi Lindawati







