MOJOKERTO, Tugujatim.id – Upaya pengurangan tingkat pengangguran terbuka digulirkan oleh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Asy-Syarif Mojokerto dengan bersinergi bersama SMK Mitra Industri MM2100. Upaya tersebut diharapkan membuka peluang pemagangan ke luar negeri, seperti Jepang dan lain-lain.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (Kemnaker) Titik Masudah mengatakan bahwa meski angka tingkat pengangguran mencatat tren penurunan, bukan berarti upaya menekan angka pengangguran lantas berhenti. Sebab salah satu penyumbang angka pengangguran berasal dari perbandingan lapangan kerja dengan angkatan kerja yang tidak seimbang.
Sementara data BPS melaporkan bahwa lulusan SMK menyumbang angka pengangguran. Padahal, jenjang SMK seharusnya menyiapkan lulusan untuk siap masuk pasar kerja. “Hal tersebut karena masih dijumpai miss and match antara dunia industri dengan dunia pendidikan,” kata Titik, Sabtu (22/6/2024).
Berangkat dari realita tersebut, YPI Asy-Syarif Mojokerto mengajak SMK Mitra Industri MM2100 berkolaborasi mengelola lembaga pendidikan vokasi yang memiliki kurikulum ideal untuk dunia usaha dan industri.
“Seperti agenda soft launching SMK Asy-Syarif Mitra Industri yang akan bekerja sama dengan SMK Mitra Industri MM2100 pada hari ini,” tambah Titik.
Titik yang sekaligus pengasuh YPI Asy-Syarif Mojokerto melanjutkan bahwa hadirnya SMK Asy-Syarif Mitra Industri diharapkan mampu memenuhi ekspektasi sumber daya manusia sebagai pendukung pengembangan kawasan industri, seperti Mojokerto hingga kawasan industri lain di wilayah Jawa Timur.
Selain itu, YPI Asy-Syarif Mojokerto tengah berencana mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). “Tujuannya bisa menjadi penyelenggara program magang di luar negeri. Tidak hanya itu, melalui kehadiran LPK diharapkan sebagai sarana peningkatan kompetensi, serta memberikan informasi lingkungan kerja termasuk informasi program magang,” tambah Titik.
Sementara itu, SMK Asy-Syarif Mitra Industri pada tahun ajaran baru 2024-2025 telah membuka penerimaan peserta didik baru atau PPDB. Penerimaan siswa baru tersebut untuk 2 jurusan yaitu Mekatronik dan Ototronik. Lewat 2 jurusan tersebut, siswa mendapat pembelajaran dan keahliannya dilatih untuk teknologi yang dibutuhkan industri. Sebab industri pada umumnya sudah berbasis elektronik bahkan robotik.
Selain itu, YPI Asy-Syarif Mojokerto menggandeng Kemenaker Republik Indonesia untuk menggeber sosialisasi pemagangan ke luar negeri. Tujuan tersebut ingin membuka keran informasi tentang bagaimana cara hingga alur pemagangan ke luar negeri.
“Harapan kami, masyarakat bisa memahami sekaligus mengambil peluang itu sebagai salah satu upaya menekan angka pengangguran di Indonesia,” tandas Titik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








