TUBAN, Tugujatim.id – Insiden atap Pasar Sore Tuban Runtuh diduga karena kayu atap yang sudah mengalami keropos atau lapuk akibat dimakan rayap. Kompleks pasar di kawasan Wisata Pantai Boom Tuban itu runtuh pada Jumat (21/6/2024) malam.
“Kondisi bangunan yang terbilang tua dan kayu di bagian atap yang keropos diduga menjadi penyebab ambruknya atap,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya dilansir dari laman Media Centre Pemkab Tuban, Minggu (23/6/2024).
Agus sapaan akrabnya menuturkan, bangunan pasar sore dibangun di kisaran tahun 2010 atau sekitar 14 tahun yang lalu.
Disiapkan Tenda Sementara Bagi Pedagang
Agus bersama jajaran pihak terkait tengah melakukan kajian dengan melibatkan sejumlah pihak untuk memutuskan kebijakan, termasuk menyiapkan beberapa tenda kerucut untuk tempat berdagang sementara.

“Kita siapkan tenda sementara di depan. Sembari meyiapkan perencanaan selanjutnya,” ucap eks Kabag Humas dan Protokol Pemkab Tuban ini.
Pada peristiwa tersebut, atap yang ambruk merupakan satu lajur bangunan. Di dalamnya ada 24 kios namun yang aktif hanya 12 kios. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, karena para pedagang telah mengungsi sebelum peristiwa tersebut terjadi.
“Mereka ada 7 orang sudah kami siapkan tempat jualan sementara di halaman pasar setempat,” ujarnya.
Atap bangunan Pasar Sore di kawasan parkir Wisata Pantai Boom, Kelurahan Sendangharjo, Kecamatan Tuban Kota, Jumat (21/06) malam ambruk. Menurut para pedagang pasar setempat, tanda-tanda runtuhnya atap diketahui sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (21/06). Pasalnya sejumlah genteng tiba-tiba jatuh dari atap.
Sejumlah pedagang yang menempati kios tersebut mengevakuasi barang dagangan ke tempat yang lebih aman. Selanjutnya pada Jumat pukul 20.30 WIB, atap bangunan yang berisi 24 kios tersebut tiba-tiba ambruk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








