MOJOKERTO, Tugujatim.id – Pengprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Jawa Timur menggeber Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Angkat Besi di GOR Seni Majapahit, Sabtu (29/06/2024). Kejurprov di Mojokerto sekaligus sebagai seleksi atlet angkat besi menuju PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 ini diikuti oleh 107 orang dari 19 kabupaten atau kota.
Ketua Pengprov PABSI Jawa Timur Jefry Tagore menjelaskan bahwa kejurprov di Mojokerto ini digelar guna menumbuhkan semangat berkompetisi antara atlet angkat besi di tingkat provinsi.
“Sasaran pada kejurprov kali ini meliputi atlet Puslatda Jatim. Kami pandang masih kurang kompetisi. Terakhir ada kompetisi adalah Juli 2023,” kata Jefry saat ditemui wartawan di sela acara kejurprov, Sabtu (29/06/2024).
Baca Juga: Kali Ketiga Rapat Pleno, Komposisi Komisioner KPU Mojokerto Berubah Lagi
Jefry menambahkan, sebenarnya Pengprov PABSI Jawa Timur sendiri mempunyai berbagai program latihan bagi atlet-atlet puslatda. Mulai program latihan lokal seperti Kota Batu untuk mencicipi suhu daerah berbeda hingga pemusatan latihan (training camp) di luar negeri seperti China.
Lewat kejuaraan tingkat provinsi ini, Jefry berharap dapat melahirkan bibit-bibit atlet angkat besi baru yang mampu bertarung hingga level internasional. Karena itu, pada kejurprov di Mojokerto kali ini, pihaknya menurunkan kategori umur hingga paling rendah berusia 10-11 tahun disertai tujuh kategori. Sementara pada kategori angkatan, kejurprov ini menghadirkan tiga nomor, yakni Snatch, Clean and Jerk, serta Angkatan Terbaik.

“Kategori putri dengan 7 kelas mulai 45 kg, 50 kg, 55 kg, dan seterusnya. Kalau untuk kategori putra juga mulai dari kelas 49 kg, kami ambil dari kelas bawah dulu. Jadi 7 kelas putra dan 7 kelas putri, tapi tiap atlet bisa mendapatkan 3 medali emas. Dalam satu nomor ada 3 jenis angkatan yang meraih medali,” terangnya.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mendukung penuh kejurprov ini.
“Kejurprov ini sangat strategis karena atlet puslatda ikut tanding juga. Salah satunya (digelar kejurprov) untuk mengukur potensi atlet puslatda, termasuk mengukur potensi untuk pemula,” urainya.
Nabil juga menambahkan, kejurprov ini diharapkan mampu mendongkrak kepercayaan diri atlet kala sedang berkompetisi. Terlebih banyak atlet muda yang ikut dalam kejurprov kali ini.
“Turnamen ini menjadi ikhtiar yang bagus, ideal, dan sangat strategis. Kenapa kami sebut ideal karena kompetisi ini punya proyeksi jangka panjang. Lalu paling jelas ini bukan kegiatan yang sifatnya insidental yang ramai sekali acara, atau sekadar amanah organisasi saja,” lanjut Nabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








