PASURUAN, Tugujatim.id – Samsudin (48) warga Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur hobi merawat tanaman dan budidaya bonsai. Pria pedagang kerupuk keliling ini mempunyai keahlian lain yang memberinya penghasilan tambahan dengan berjualan bonsai.
Samsudin sendiri tertarik budidaya bonsai sejak 2019, saat mengikuti pameran bonsai nasional. “Sejak itu, saya mulai belajar seni budidaya bonsai dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah,” ujar Samsudin, Kamis (4/7).
Berawal dari coba-coba dan belajar dengan para penghobi bonsai lain, Samsudin pun mulai berani berkreasi dalam merawat bonsai. Bonsai pun saat ini bukan sekadar hobi, tetapi sumber penghasilan tambahan.
Menanam bonsai, katanya, susah-susah gampang. Namun setelah ditekuni bertahun-tahun barulah akan mendapat timbal balik berupa cuan hasil penjualannya. “Saat ini saya punya 11 bonsai berbagai jenis,” tegasnya.
Bonsai paling bnayak digemari adalah jenis Bonsai Sancang dan Serut, dengan kisaran dari ukuran kecil seharga Rp100 ribu hingga ukuran besar hingga puluhan juta rupiah. “Itu juga tergantung karakter dan besar kecilnya paling murah ada Rp100 ribu dan paling mahal ada yang Rp40 juta,” jelasnya.
Namun, pasar dunia bonsai tengah mengalami lesu, karena minimnya even-even pameran. “Karena tidak ada even-even nasional di Pasuruan, peminat bonsai mulai sepi sekarang,” keluhnya.
Samsudin berharap ke depannya Pemerintah Daerah bisa memberikan dukungan kepada para pecinta bonsai.
Salah satunya dengan memfasilitasi adanya even-even nasional di wilayah Pasuruan.
“Event seperti ini kan tujuannya meningkatkan minat masyarakat kembali sehingga gairah bisnis pembudidaya bonsai bisa bangkit kembali,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Darmadi Sasongko








