TUBAN, Tugujatim.id – Suasana perhelatan sasahan perguruan silat di Tuban berubah menjadi mencekam ketika dua kendaraan motor milik warga setempat menjadi sasaran amukan oknum peserta konvoi pada Rabu dini hari (10/07/2024).
Insiden mencekam perguruan silat di Tuban ini terjadi di pinggir Jalan Pantura, tepatnya di Jalan Panglima Besar Jenderal Sudirman. Akibatnya, ada kerugian materiil bagi pemilik kendaraan.
Eko, 34, warga Kecamatan Tuban, adalah salah satu korban dalam kejadian ini. Saat itu, Eko tengah tertidur lelap di rumah ketika tiba-tiba menerima kabar mengejutkan bahwa sepeda motornya dirusak.
“Saya kaget dan segera melihat kondisi sepeda motor. Memang beberapa bagian depan dan bodi rusak,” kata Eko.
Dia mengatakan, kerusakan yang dialami sepeda motornya cukup parah, terutama pada bagian depan dan bodi kendaraan.
Menurut saksi mata Abdullah, mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika sekelompok oknum perguruan silat di Tuban yang baru saja mengikuti acara sasahan melakukan konvoi di sepanjang Jalan Pantura.
Dalam konvoi tersebut, beberapa anggota kelompok diduga kehilangan kendali dan mulai merusak kendaraan yang diparkir di pinggir jalan.

“Tadi itu, ada warga kami yang sebagian besar anak-anak tengah berada di poskamling dan melihat kondisi konvoi. Entah apa penyebabnya. Tetiba mereka turun dari kendaraan mengejar warga kami hingga masuk kampung. Namun, mereka kembali lagi dan meluapkannya ke salah satu kendaraan motor milik warga yang kebetulan lupa dimasukkan, masih terparkir di pinggir jalan,” ucap Abdullah.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke pihak berwenang dan penyelidikan sedang berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku dan mempertanggungjawabkan tindakan mereka. Pihak perguruan silat sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.
Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta pihak terkait untuk lebih ketat dalam mengawasi kegiatan konvoi agar tidak merugikan warga sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








