SURABAYA, Tugujatim.id – Pemkot Surabaya resmi meluncurkan layanan “1 kelurahan 1 ambulans” sebagai upaya tanggap penanganan kesehatan dan tekan angka kematian, Senin (22/07/2024).
“Semakin cepat ambulans datang, semakin besar pula kemungkinan pasien yang selamat dan sembuh. Inilah urgensi satu kelurahan satu ambulans,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin (22/07/2024).
Untuk layanan 1 kelurahan 1 ambulans, Pemkot Surabaya telah mengatur skema untuk penanganan menuju fasilitas kesehatan (IGD Rumah Sakit).
Baca Juga: Polisi di Jember Babak Belur usai Diduga Dikeroyok Ratusan Pesilat PSHT, Belasan Pelaku Diburu
“Misalnya prioritas 1 (jantung dan stroke), respons time ke IGD harus 5 menit. Kemudian untuk prioritas yang lain semua sudah ada SOP untuk kepentingan pasien,” imbuhnya.
Diketahui, mengutip dari data Kemenkes 2019, Indonesia menjadi negara dengan kunjungan IGD tertinggi di ASEAN. Yakni 4,4 juta kunjungan tiap tahunnya.
Selain itu, kecenderungan penyakit jantung, stroke, dan hipertensi telah menyumbang 60 persen angka kematian. Sehingga untuk menekan angka kematian, Pemkot Surabaya luncurkan layanan 1 kelurahan 1 ambulans serta 1 RW 1 nakes.
“Ini bagian dari upaya promotif preventif untuk menggalakkan budaya hidup sehat hingga ke wilayah kampung,” ucapnya.
Baca Juga: Adu Moncong Truk Kontainer vs Wing Boks di Jl Bypass Mojokerto, Satu Sopir Tewas Terjepit
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Anna Fajriatin menegaskan, respons time layanan ini adalah 15 menit.
“Kami upayakan ke depan lebih pendek, targetnya seperti pemadam kebakaran time 7 menit,” jelasnya.
Sebagai informasi, layanan 1 kelurahan 1 ambulans ini juga terintegrasikan dengan command center 112 Surabaya.
Kemudian, untuk apresiasi keterlibatan warga, Pemkot Surabaya memberikan subsidi 500 ribu per bulan untuk biaya operasional (BBM) ke setiap ambulans.
“Total ada 208 ambulans, tersebar ke 153 kelurahan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








