TUBAN, Tugujatim.id – Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, mendadak mencekam. Teror berupa bercak darah yang berceceran di seluruh desa membuat warga ketakutan. Kejadian ini tidak hanya meresahkan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan hal-hal yang tidak diinginkan.
Bercak darah yang muncul tiba-tiba di jalan dan teras rumah warga telah membuat penduduk desa ketar-ketir. Cairan merah yang menyerupai darah manusia ini disertai bau amis yang menyengat, semakin memperparah kecemasan warga.
Lia, 31, salah seorang warga yang rumahnya terkena bercak darah mengaku ketakutan.
Baca Juga: Bocah SD Kediri Terjepit di Rangka Sepeda, Warganet Malah Ingat Masa Kecil
“Pagi-pagi sudah lihat bercak darah di teras, langsung saya bersihkan. Tapi tetap saja merasa takut, apalagi tidak tahu dari mana asalnya,” tuturnya dengan wajah cemas.
Ketakutan warga bukan tanpa alasan. Teror ini muncul dua kali dalam dua malam berturut-turut. Pada Senin malam, bercak darah ditemukan berserakan di jalan dan teras rumah warga. Selasa malamnya, bercak darah kembali muncul dengan pola yang berbeda, semakin menambah ketidakpastian dan kecemasan warga.
“Ini sangat mengkhawatirkan. Warga semakin takut, apalagi kalau terjadi lagi,” kata Sundari, 52, yang juga menemukan bercak darah di teras rumahnya.
Baca Juga: Geger! Warga Tuban Dugaan Diteror Bekas Bercak Darah Amis Tercecer di Kampung
Dalam upaya untuk meredakan ketakutan dan mengusir kemungkinan malapetaka, warga Desa Tuwiri Wetan berencana menggelar doa tolak bala atau disebut masyarakat dengan istilah Barian pada Rabu malam (24/07/2024).
“Doa ini kami lakukan agar desa ini dijauhkan dari hal-hal buruk,” kata Mochtar, 52, seorang tokoh masyarakat setempat.
Mochtar juga mengungkapkan, kejadian seperti ini baru kali pertama terjadi di desa. Tapi, beberapa tahun sebelumnya, insiden serupa pernah terjadi di desa lain di Kecamatan Merakurak. Meski situasi semakin mencekam, warga belum melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib. Mereka berharap doa bersama bisa mengusir teror yang menghantui desanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








